Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Ekonomi Indonesia Tunjukkan Ketahanan Solid di Tengah Ketidakpastian Global

JUMAT, 19 JUNI 2026 | 13:38 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Lanskap ekonomi global sepanjang tahun 2026 memang masih diselimuti awan kelam ketidakpastian. Mulai dari ketegangan geopolitik hingga fluktuasi pasar keuangan dunia terus menguji daya tahan banyak negara. Namun, di tengah badai tersebut, Indonesia justru tampil beda dengan menyajikan narasi ketahanan ekonomi yang impresif dan solid.

Membedah data makroekonomi yang dirilis Kementerian Keuangan baru-baru ini, argumen bahwa fondasi ekonomi nasional berada dalam posisi kokoh menemukan pijakan kuatnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan indikator kunci: pada Triwulan I-2026, ekonomi Indonesia sukses melesat tumbuh 5,61 persen. Keberhasilan ini kian lengkap lantaran laju inflasi per Mei 2026 berhasil diredam pada level sangat terkendali, yakni 3,08 persen (year-on-year).


Selain itu, neraca perdagangan masih surplus dan cadangan devisa berada pada tingkat yang memadai setara 5,6 bulan impor. Kinerja sektor riil juga terus membaik, mencerminkan keberlanjutan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

“Demikian pula dengan kinerja sektor manufaktur ini menunjukkan perbaikan pada bulan Mei 2026, mengindikasikan penguatan aktivitas produksi dan menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi ke depan,” ungkap Menkeu dikutip redaksi, Jumat, 19 Juni 2026.

Memasuki Triwulan II-2026, berbagai indikator domestik memperlihatkan tren semakin baik. Optimisme konsumen tetap terjaga yang tercermin dari meningkatnya aktivitas belanja masyarakat dan tingkat keyakinan konsumen.

Di saat yang sama, aktivitas ekonomi juga terus tumbuh terlihat dari peningkatan penjualan kendaraan bermotor, konsumsi listrik, serta penggunaan semen yang mencerminkan bergeraknya sektor produksi dan pembangunan.

Pemerintah juga terus mencermati perkembangan nilai tukar Rupiah yang masih menghadapi tekanan akibat sentimen global. Namun dengan koordinasi erat antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan diyakini mampu menjaga stabilitas perekonomian nasional. 

“Pemerintah optimis dengan sinergi dan koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, disertai dengan perbaikan tata kola Devisa Hasil Ekspor, serta pendalaman pasar keuangan akan memperkuat pasokan valas dalam negeri ditambah dengan perbaikan kepercayaan investor, Rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II tahun 2026,” jelas Menkeu.

Di sisi lain, pemerintah terus menjalankan berbagai langkah strategis demi menjaga stabilitas harga, memastikan pasokan energi dan pangan, memperkuat disiplin fiskal, serta mendukung daya beli masyarakat. 

“Kuatnya fundamental ekonomi domestik dan didukung kebijakan yang semakin solid menjadi landasan yang kokoh untuk menyongsong dinamika tahun 2027,” pungkas Menkeu.

Fondasi kokoh di tahun 2026 ini sejatinya modal berharga bagi Indonesia untuk melakukan lompatan besar (quantum leap) pada tahun 2027. Sinyal positif ini pun ditangkap dengan baik oleh pihak parlemen.

Anggota Komisi II DPR, Azis Subekti, memberikan catatan analisis yang konstruktif. Menurutnya, kuatnya fundamental fiskal saat ini harus dijadikan momentum emas untuk merombak orientasi pembangunan nasional.

“Ke depan, ukuran keberhasilan pembangunan tidak lagi semata-mata dilihat dari besarnya APBN maupun APBD yang dibelanjakan, tetapi dari seberapa besar anggaran tersebut mampu menciptakan produktivitas ekonomi, memperkuat kemandirian daerah, meningkatkan nilai tambah, dan mendorong daya saing nasional,” ujar Azis Subekti.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya