Berita

Wamendes PDT Ahmad Riza Patria melantik kepengurusan Ikatan Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (IKA BEM) Nusantara di Graha Inti Fauzi, Jakarta Selatan. (Foto: Istimewa)

Politik

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

JUMAT, 19 JUNI 2026 | 01:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kaum intelektual muda didorong mendukung pembangunan desa, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Demikian pesan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria (Ariza) saat melantik kepengurusan Ikatan Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (IKA BEM) Nusantara di Graha Inti Fauzi, Jakarta Selatan, Kamis 18 Juni 2026.

"Alumni gerakan mahasiswa memiliki modal intelektual, jejaring, dan pengalaman kepemimpinan yang dapat menjadi kekuatan besar dalam mengawal berbagai program strategis pemerintah," kata Ariza.


Dengan telah dilantiknya kepengurusan baru ini, Ariza berharap IKA BEM Nusantara mampu menjadi wadah kolaborasi nasional yang tidak hanya menjaga idealisme gerakan mahasiswa, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa menuju Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.

Dalam rangkaian acara pelantikan, Pengurus Besar IKA BEM Nusantara yang diwakili Maizal Alfian menyampaikan Pernyataan Sikap dan Komitmen Kebangsaan sebagai landasan moral organisasi dalam menjalankan peran kebangsaan di tengah dinamika sosial, politik, dan pembangunan nasional.

Pernyataan tersebut memuat delapan komitmen utama, yaitu:

1. Meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila.
2. Menjadi perekat persatuan nasional di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
3. Mengawal demokrasi yang berkeadaban, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
4. Mendukung harmonisasi kebangsaan melalui dialog, kolaborasi, dan semangat gotong royong.
5. Menjadi mitra strategis negara dalam pembangunan nasional.
6. Mengembangkan kepemimpinan muda yang berintegritas, inovatif, dan berwawasan kebangsaan.
7. Mendorong terwujudnya keadilan sosial serta percepatan kemajuan daerah.
8. Menjaga ruang kritik yang konstruktif sebagai bagian dari kontrol sosial yang bertanggung jawab.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya