Berita

Demonstrasi di Kawasan Patung Arjunawiwaha atau dikenal dengan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Juni 2026. (Foto: Ist)

Politik

Seruan Demo di Patung Kuda, dari Korupsi BGN hingga Kemunduran Demokrasi

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 23:24 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sejumlah tuntutan disuarakan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Jakarta Pusat bersama Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Jakarta saat menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Juni 2026.

Aksi bertajuk #TataUlangDemokrasi ini digelar sebagai respons atas berbagai persoalan kebangsaan yang dinilai menunjukkan gejala kemunduran demokrasi dan melemahnya supremasi sipil.

Mereka juga menyoroti memburuknya kondisi ekonomi rakyat serta maraknya dugaan korupsi di sektor publik.


Dalam pernyataan bersama, kedua organisasi kemahasiswaan ini menilai arah penyelenggaraan negara saat ini semakin melenceng jauh dari semangat Reformasi 1998.

Ketua Cabang PMII Jakarta Pusat, Mu’ammar Rizal Fauzi menegaskan, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan kritik ketika arah kebijakan negara dinilai tidak sejalan dengan cita-cita reformasi.

“Aksi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan demokrasi Indonesia,” tegas Mu’ammar.

Tuntutan Mahasiswa

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, PMII Jakarta Pusat dan GMKI Jakarta menyuarakan empat tuntutan utama kepada pemerintah.

Pertama, mendesak pemerintah dan DPR RI meninjau kembali berbagai regulasi yang dinilai memperluas peran aparat keamanan dalam ruang sipil, termasuk melalui revisi UU TNI dan UU Polri. Hal ini penting guna memastikan prinsip supremasi sipil tetap terjaga.

Kedua, meminta pemerintah mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan Sekolah Rakyat secara terbuka dan akuntabel. Menurut Amar, setiap program yang menggunakan uang rakyat harus memiliki perencanaan yang jelas dan terukur.

Ketiga, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut secara transparan dan menyeluruh dugaan kasus korupsi yang saat ini mengguncang Badan Gizi Nasional (BGN). PMII dan GMKI menegaskan pemberantasan korupsi harus dilakukan tanpa pandang bulu.

Keempat, meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, memperkuat nilai tukar rupiah, serta memulihkan daya beli masyarakat yang kian tercekik akibat kenaikan biaya hidup.

Sementara itu, Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan GMKI Jakarta, Pian Andreo H. Manurung menambahkan bahwa gerakan ini bukan sekadar aksi protes musiman.

Gerakan ini adalah seruan lantang agar pemerintah kembali menempatkan demokrasi, transparansi, dan kesejahteraan rakyat sebagai panglima dalam setiap kebijakan publik.

“GMKI dan PMII mengajak seluruh elemen masyarakat sipil, akademisi, dan kelompok pro-demokrasi untuk terus mengawal jalannya pemerintahan secara kritis dan konstruktif,” pungkas Pian.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya