Berita

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari (kiri) dalam koferensi pers di Kantor Pusat BGN, Kamis, 18 Juni 2026 (Foto: RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Nusantara

BGN Siapkan Sistem Klaster Dapur MBG Bidik Daerah 3T

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 19:57 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengkaji penerapan sistem klasterisasi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan agar pengelolaan dapur dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah dan jumlah penerima manfaat di masing-masing daerah.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, salah satu opsi yang sedang dibahas adalah pembagian dapur ke dalam beberapa klaster, terutama untuk menjawab tantangan pelaksanaan program di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Salah satu opsi yang akan diambil memang seperti itu, klasterisasi dapur. Karena memang kalau kita mengacu mungkin daerah-daerah yang di 3T itu jumlah penduduknya tidak sebanyak di Jawa,” kata Agustina dalam konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Kamis, 18 Juni 2026.


Menurutnya, skema dapur di wilayah 3T tidak bisa disamakan dengan daerah padat penduduk seperti di Pulau Jawa. Karena itu, sistem operasional dan kapasitas dapur nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

“Nanti tentu itu akan berbeda dengan yang di Jawa, sistem dapurnya dan sebagainya juga nanti akan berbeda,” ujarnya.

Agustina menilai pola yang selama ini diterapkan masih terlalu seragam. Padahal jumlah penerima manfaat setiap dapur berbeda-beda, mulai dari ratusan hingga ribuan orang.

“Sekarang kan semua sama rata 6 juta per hari walaupun penerima manfaatnya 500, 1.000, 1.500, 3.000. Itu kan enggak fair sebenarnya,” tegasnya.

Karena itu, BGN saat ini tengah melakukan penyusunan dan pemutakhiran data penerima manfaat sebagai dasar penentuan kapasitas dapur di setiap wilayah.

“Nanti penerima manfaatnya juga dipastikan dulu di situ ada berapa di daerah yang akan dilayani. Jadi itulah pentingnya kami menyusun data,” jelas Agustina.

Menurut dia, kebijakan klasterisasi diharapkan membuat anggaran program MBG lebih tepat sasaran sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang memiliki karakteristik berbeda dengan daerah perkotaan.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya