Berita

Koordinator Presidium Forum Silaturahmi Pemuda Islam (FSPI), Zuhelmi Tanjung. (Foto: Dokumentasi FSPI)

Politik

Cederai Marwah Kampus

Pembubaran Dialog Pancasila di UGM Mengarah ke Anarkisme Akademik

RABU, 17 JUNI 2026 | 17:21 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Koordinator Presidium Forum Silaturahmi Pemuda Islam (FSPI), Zuhelmi Tanjung, mengecam keras tindakan pembubaran dan gangguan terhadap kegiatan dialog publik bertema Pancasila yang menghadirkan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin, 15 Juni 2026.

Menurut Zuhelmi, peristiwa tersebut merupakan bentuk anarkisme akademik yang tidak dapat dibenarkan dalam tradisi perguruan tinggi yang menjunjung tinggi kebebasan berpikir, perbedaan pandangan, dan dialog ilmiah.

"Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam dunia akademik. Namun ketika sebuah forum diskusi dibungkam, diintimidasi, atau diganggu sehingga tidak dapat berlangsung sebagaimana mestinya, maka yang terjadi bukan lagi kritik akademik, melainkan anarkisme akademik yang mencederai marwah kampus," kata Zuhelmi dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026


Ia menegaskan, kampus merupakan ruang pertemuan berbagai gagasan yang seharusnya diselesaikan melalui argumentasi ilmiah, bukan melalui tekanan massa atau upaya menghalangi pihak lain menyampaikan pandangannya.

Menurutnya, tindakan tersebut juga bertentangan dengan semangat Pasal 28E UUD 1945 yang menjamin kebebasan menyatakan pendapat serta prinsip kebebasan akademik dan mimbar akademik yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

"Yang lebih memprihatinkan, forum yang diganggu justru membahas Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila mengajarkan musyawarah, penghormatan terhadap perbedaan, dan persatuan. Karena itu, tindakan yang menghalangi dialog tentang Pancasila sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai yang sedang didiskusikan," ujarnya.

Mantan Fungsionaris Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini meminta pihak UGM melakukan evaluasi menyeluruh dan menindak pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam gangguan terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai tanggung jawab tidak hanya berada pada pelaku di lapangan, tetapi juga pada pejabat struktural kampus yang memiliki kewajiban menjaga keamanan dan iklim akademik.

"UGM harus bertanggung jawab memastikan kampus tetap menjadi rumah bagi dialog yang sehat. Jika terjadi pembungkaman terhadap forum akademik, maka perlu ada evaluasi terhadap sistem pengamanan, tata kelola kegiatan kemahasiswaan, serta tanggung jawab para pejabat kampus yang berwenang," tegasnya.

FSPI juga meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk memberikan perhatian serius terhadap peristiwa tersebut. Menurut Zuhelmi, negara tidak boleh membiarkan tumbuhnya budaya intoleransi terhadap perbedaan pandangan di lingkungan perguruan tinggi.

"Perguruan tinggi harus menjadi benteng rasionalitas dan peradaban. Jika ruang dialog akademik mulai dikuasai oleh tekanan dan intimidasi, maka yang terancam bukan hanya kebebasan akademik, tetapi juga kualitas demokrasi dan masa depan intelektual bangsa," pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya