Berita

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya. (Foto: RMOL)

Hukum

Ada Aroma Persekongkolan Mengisolasi Sony Sonjaya, Kasus BGN Gelap

RABU, 17 JUNI 2026 | 14:56 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Aroma tidak sedap menyelimuti penanganan kasus korupsi Makan Bergizi Gratis (MBG) Badan Gizi Nasional (BGN). Tim kuasa hukum tersangka utama, Sony Sonjaya, pecah kongsi.

Advokat senior Elza Syarief secara mengejutkan menyatakan mundur sebagai kuasa hukum mantan Wakil Kepala BGN itu terhitung sejak 15 Juni 2026.

Mundurnya Elza dipicu oleh kuatnya indikasi "kucing-kucingan" dan upaya sistematis untuk menghalang-halangi dirinya bertemu dengan sang klien guna menggali informasi lebih dalam terkait sengkarut kasus MBG.


"Saya mendapat kesan tidak bagus karena dua kali saya datang ke Kejaksaan mendapatkan hasil nihil. Dan kemudian saya enggak tahu lagi ke depan juga belum tentu (dipermudah bertemu Sony)," kata Elza dalam siniar bersama Bambang Widjojanto dikutip Rabu, 17 Juni 2026.

Saat disinggung mengenai siapa pihak yang sengaja mempersulit akses tersebut, Elza tanpa ragu menunjuk aparat penegak hukum (APH) dan rekan sesama kuasa hukum Sony, yakni Krishna Murti.

"Saya rasa keduanya, sudah pastilah," tegas Elza.

Dengan kondisi tim hukum yang tidak solid serta adanya kesan isolasi terhadap Sony Sonjaya, Elza memprediksi penuntasan kasus MBG ini akan menemui jalan buntu dan berakhir antiklimaks di meja hijau.

"Wah gelap nih, kasus MBG ini gelap. Saya pastiin kasus ini akan gelap. Nanti ya sidang-sidang begitu aja (tidak terungkap tuntas)," tukasnya.

Dampak dari "gelapnya" pengusutan kasus ini, Elza memperingatkan adanya potensi ledakan kemarahan dari masyarakat, khususnya para investor lokal yang telah menggelontorkan dana besar demi membangun infrastruktur dapur MBG.

Ia membeberkan, investasi untuk satu titik dapur MBG sangat fantastis dan setara dengan fasilitas hotel berbahan baku mewah.

"Saya sudah pernah lihat tuh dapur MBG itu sangat mewah seperti hotel, nilainya aja Rp 1,7 sampai Rp 2 miliar. Enggak seluruh orang Indonesia punya duit sebanyak itu. Pas saya diskusi tanya berapa lama itu modal kembali? Dua tahun baru kembali," jelas Elza.

Kini, dengan mandeknya proyek dan ketidakjelasan kasus hukum, para investor di daerah berada di ujung tanduk. Banyak dari mereka yang membangun dapur menggunakan dana pinjaman.

"Jadi para investor MBG yang sekarang tidak bisa bekerja kemungkinan akan ngamuk-ngamuk. Yang uangnya (modal) dari pinjaman, dari rentenir, dari bank, dari segala rupa," imbuhnya.

Padahal, menurut Elza, jika semua pihak berkomitmen membuka kasus ini secara terang benderang melalui skema justice collaborator (JC), tim hukum seharusnya solid dan transparansi harus dikedepankan.

Namun, realitas di lapangan justru berbanding terbalik. Jangankan melakukan pembelaan hukum secara komprehensif, untuk sekadar menitipkan surat kepada Sony Sonjaya saja Elza mengaku selalu dijegal.

"Sebetulnya saya rasa ini tim kuat untuk membantu. Tapi saya mau titip surat aja enggak bisa. Jadi ngapain saya kerja yang nantinya loose (rugi) semuanya, dan terutama perasaan saya juga loose. Saya mundur terhitung tanggal 15 Juni ini," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya