Berita

Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

Banggar DPR Dorong Skema Insentif Baru untuk Selamatkan Kelas Menengah

RABU, 17 JUNI 2026 | 12:28 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Badan Anggaran (Banggar) DPR RI meminta pemerintah menyusun skema kebijakan khusus untuk menjaga daya beli dan memperkuat kelas menengah yang terus menyusut dalam beberapa tahun terakhir, tidak hanya mengandalkan insentif perpajakan.

Permintaan tersebut mengemuka dalam rapat Panitia Kerja (Panja) Asumsi Dasar Kebijakan Fiskal, Defisit, dan Pembiayaan Rancangan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Tahun 2027 di Kompleks Parlemen, Rabu, 17 Juni 2026. 

Ketua Banggar DPR Said Abdullah menyoroti penyusutan jumlah kelas menengah yang dinilai perlu mendapat perhatian serius pemerintah. Menurutnya, diperlukan kebijakan afirmatif agar kelompok menengah bawah mampu meningkatkan pendapatan dan tidak semakin tertinggal.


"Oleh sebab itu pemerintah perlu memberikan program dan kebijakan afirmasi kepada menengah bawah agar pendapatan menengah bawah tidak kalah akseleratifnya dengan golongan menengah atas. Langkah ini untuk memperbaiki jurang kesenjangan sosial yang masih lebar," ujarnya.

Senada, Anggota Banggar Marwan Cik Asan mengingatkan bahwa kelas menengah merupakan penopang utama konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia meminta pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kelompok tersebut agar target pertumbuhan ekonomi 5,8-6,5 persen dapat tercapai.

Menanggapi hal itu, pemerintah menyatakan sependapat bahwa penguatan kelas menengah menjadi salah satu prioritas kebijakan.

Pemerintah menyebut berbagai insentif yang telah diberikan antara lain PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP), pembebasan PPN rumah hingga Rp2 miliar, relaksasi PPh final UMKM, serta penciptaan lapangan kerja melalui sejumlah program prioritas.

Meski demikian, Banggar menilai dukungan terhadap kelas menengah perlu diperkuat melalui skema kebijakan yang lebih komprehensif di luar insentif perpajakan.

"Kita mempertegas tentang skema dukungan untuk kelas menengah. Tidak hanya menyangkut insentif perpajakan, tetapi ada satu rumusan skema insentif di luar rumusan insentif perpajakan untuk kelas menengah," kata Said.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya