Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

RABU, 17 JUNI 2026 | 08:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Amerika Serikat bergerak cukup beragam di tengah optimisme meredanya konflik di Timur Tengah.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 16 Juni 2026, waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 328,64 poin atau 0,64 persen dan ditutup di level 51.999,67, sekaligus mencatat rekor penutupan tertinggi sepanjang masa. Bahkan, selama sesi perdagangan indeks ini sempat menyentuh 52.190,29. 

Pergerakan sebaliknya terjadi pada indeks S&P 500 yang terkoreksi 0,57 persen menjadi 7.511,35, sedangkan Nasdaq Composite merosot 1,15 persen ke 26.376,34.


Pelemahan Nasdaq dipicu oleh aksi jual pada saham-saham perusahaan chip. Saham Advanced Micro Devices turun lebih dari 7 persen, Micron Technology merosot 6 persen, Broadcom melemah 4 persen, sementara Nvidia turun lebih dari 2 persen. Kondisi ini menunjukkan investor mulai mengurangi eksposur di sektor teknologi yang sebelumnya menjadi motor penggerak utama pasar.

Di saat yang sama, investor beralih ke saham-saham yang dinilai akan diuntungkan oleh turunnya harga energi. Saham Caterpillar membantu mengangkat sektor industri, sementara saham JPMorgan Chase naik lebih dari 3 persen karena pelaku pasar memperkirakan harga energi yang lebih rendah dapat mendorong percepatan aktivitas ekonomi AS.

Optimisme investor muncul setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa AS dan Iran telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Trump juga menyatakan Selat Hormuz akan kembali dibuka, sehingga memunculkan harapan bahwa pasokan energi global akan kembali normal dan mengurangi tekanan pada harga minyak dunia.

Di tengah pergerakan pasar tersebut, saham SpaceX kembali mencuri perhatian. Sahamnya naik hampir 5 persen dan ditutup di 201,80 Dolar AS. Sejak melantai di bursa pekan lalu dengan harga IPO 135 Dolar AS per saham, nilai perusahaan terus melonjak hingga sempat melampaui kapitalisasi pasar Microsoft dan Amazon dalam sesi perdagangan.

Pelaku pasar kini menantikan keputusan terbaru bank sentral AS (The Fed). Mayoritas investor memperkirakan suku bunga akan dipertahankan, sementara arah kebijakan selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan inflasi dan kondisi ekonomi AS.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya