Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

BOJ Kembali Naikkan Suku Bunga, Tertinggi Sejak Pertengahan 1990-an

SELASA, 16 JUNI 2026 | 14:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bank Sentral Jepang kembali mengambil langkah penting dalam kebijakan moneternya. Pada Selasa, 16 Juni 2026,  lembaga tersebut menaikkan suku bunga acuan menjadi 1 persen, angka yang belum pernah tercapai sejak pertengahan 1990-an.

Kebijakan ini menandai berlanjutnya perubahan arah yang dilakukan BOJ setelah bertahun-tahun mempertahankan suku bunga sangat rendah. Sebelumnya, pada Desember lalu, suku bunga berada di level 0,75 persen.

Keputusan kenaikan suku bunga tidak sepenuhnya bulat. Dari delapan anggota dewan yang memberikan suara, tujuh mendukung kenaikan, sementara satu anggota memilih mempertahankan suku bunga pada level sebelumnya karena mempertimbangkan risiko terhadap pertumbuhan ekonomi.


Langkah BOJ dilakukan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perekonomian Jepang. Nilai tukar Yen masih berada dalam tekanan, sementara harga barang dan jasa terus mengalami kenaikan. 

Kondisi tersebut diperburuk oleh meningkatnya harga energi di pasar global yang dipengaruhi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Reaksi pasar terhadap keputusan ini cenderung positif. Bursa saham Jepang bergerak menguat setelah pengumuman disampaikan. Mata uang Yen juga menunjukkan penguatan tipis terhadap Dolar Amerika Serikat, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun ikut meningkat.

Selain mengubah suku bunga, BOJ memastikan program pengurangan pembelian obligasi pemerintah akan tetap berjalan. Pengurangan dilakukan secara bertahap setiap kuartal sebelum akhirnya bank sentral mempertahankan pembelian obligasi di kisaran 2 triliun yen per bulan mulai April 2027.

Kebijakan terbaru ini menunjukkan bahwa BOJ semakin serius mengakhiri era suku bunga ultra-rendah. Meski demikian, bank sentral masih berupaya menjaga keseimbangan antara mengendalikan inflasi dan mempertahankan stabilitas pertumbuhan ekonomi Jepang.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya