Berita

Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: Dokumen tangkapan layar Youtube Setpres)

Politik

Posisi Dewan Pembina Isyarat Jokowi Belum Yakin Kaesang Besarkan PSI

SELASA, 16 JUNI 2026 | 10:37 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wacana mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disebut-sebut akan menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus memunculkan berbagai spekulasi politik.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai langkah tersebut menunjukkan keinginan Jokowi untuk terlibat langsung dalam mengawal perjalanan politik putranya, Kaesang Pangarep, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PSI.

Menurut Jamiluddin, jika Jokowi benar menempati posisi Ketua Dewan Pembina, hal itu dapat dimaknai bahwa ia ingin memastikan PSI berkembang dan mampu meningkatkan daya saing politiknya menjelang pemilu mendatang.


Di sisi lain, Jamiluddin menilai langkah tersebut juga mengindikasikan bahwa Jokowi belum sepenuhnya yakin Kaesang dan jajaran pengurus partai mampu membesarkan PSI tanpa pendampingan langsung dari dirinya.

"Pilihan posisi Ketua Dewan Pembina juga mengisyaratkan Jokowi belum yakin anaknya Kaesang dapat membesarkan PSI," ujar Jamiluddin kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 16 Juni 2026.

Ia menambahkan, tantangan terbesar PSI saat ini adalah meningkatkan elektabilitas partai hingga mampu lolos ke parlemen, sesuatu yang dinilainya bukan pekerjaan mudah.

Menurutnya, Kaesang bersama pengurus DPP PSI masih dianggap belum cukup kuat untuk mendongkrak perolehan suara partai secara signifikan. Karena itu, kehadiran Jokowi dinilai menjadi tumpuan utama PSI untuk meningkatkan elektabilitas dan memperluas basis dukungan pemilih.

"Kaesang dan Pengurus DPP PSI dinilai belum cukup mumpuni untuk mendongkrak elektabilitas partai. Karena itu, PSI berharap sepenuhnya kepada Jokowi untuk mengerek elektabilitas PSI," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya