Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Bahlil Siapkan Kompor Listrik Teknologi Baru untuk Kurangi Ketergantungan LPG

SELASA, 16 JUNI 2026 | 10:11 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah tengah menyiapkan program kompor listrik dengan teknologi baru sebagai upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap Liquefied Petroleum Gas (LPG) impor.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan penggunaan LPG masih menjadi beban besar bagi negara karena sekitar 80 persen kebutuhan nasional dipenuhi dari impor.

"Devisa kita setiap tahun keluar untuk LPG minimal Rp120 triliun. Di saat ICP seperti ini, devisa kita keluar untuk membeli LPG itu sekitar di atas Rp130 triliun. Subsidinya di atas Rp80 triliun," kata Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Senin malam, 15 Juni 2026.


Menurutnya, kondisi tersebut mendorong pemerintah mencari sumber energi alternatif yang lebih efisien, salah satunya melalui pemanfaatan kompor listrik.

Bahlil menjelaskan kompor listrik yang sedang disiapkan berbeda dengan program sebelumnya yang sempat menuai penolakan. Pemerintah kini mengkaji teknologi baru yang diklaim lebih maju dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Ada model kompor listrik yang model baru. Jadi memang semakin ke sini ada teknologi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan teknologi kompor listrik yang lama," ujarnya.

Saat ini, Kementerian ESDM masih melakukan kajian untuk membandingkan efektivitas teknologi kompor listrik lama dan generasi terbaru sebelum program dijalankan secara luas.

"Nah kita juga sekarang sedang lagi melakukan penataan terhadap seberapa besar sih perbedaan positif dari kompor listrik lama dengan kompor listrik baru," katanya.

Sebagai bagian dari program diversifikasi energi, Kementerian ESDM mengalokasikan anggaran sebesar Rp815,56 miliar untuk pengadaan kompor listrik pada 2027. Program tersebut masuk dalam pagu Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE).

"Kompor listrik, ini karena kita mengurangi kebutuhan LPG, kita cari bauran energi lain," pungkas Bahlil.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya