Berita

Piala Dunia 2026/Net

Sepak Bola

Negara Mayoritas Muslim Catat Rekor Partisipasi Terbanyak di Piala Dunia 2026

SENIN, 15 JUNI 2026 | 20:39 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Piala Dunia FIFA 2026 yang diselenggarakan secara bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dipastikan menorehkan sejarah baru.

Dengan perluasan format kompetisi menjadi 48 tim, turnamen edisi kali ini membuka peluang emas yang berujung pada rekor partisipasi terbanyak dari negara-negara mayoritas Muslim.

Tercatat ada 13 negara mayoritas Muslim yang akan berlaga, yakni Aljazair, Bosnia dan Herzegovina, Mesir, Iran, Irak, Yordania, Maroko, Qatar, Arab Saudi, Senegal, Tunisia, Turki, dan Uzbekistan.


Pantai Gading, yang diperkirakan memiliki 43 persen populasi Muslim, juga turut berpartisipasi.

Kehadiran tim-tim ini membawa daya saing tinggi. Maroko dan Senegal datang membawa reputasi mentereng dari edisi sebelumnya.

Maroko telah mengukir sejarah pada 2022 sebagai negara Afrika dan Arab pertama yang menembus babak semifinal, sementara Senegal sukses mencapai perempat final.

Turnamen ini juga menjadi panggung kembalinya Turki setelah 24 tahun absen, serta kemunculan kembali Irak sejak penampilan tunggal mereka pada 1986.

Tak ketinggalan, Yordania dan Uzbekistan bersiap mencetak debut bersejarah mereka di panggung sepak bola terbesar di dunia ini.

Namun, di balik selebrasi olahraga, pergelaran ini tak lepas dari dinamika politik dan sorotan hak asasi manusia.

Imbas ketegangan politik dengan Amerika Serikat, tim nasional Iran pada akhirnya akan ditempatkan dan diakomodasi di Meksiko.

Berbagai kelompok advokasi juga memperingatkan adanya potensi diskriminasi, kebangkitan retorika anti-imigran, serta isu kebebasan sipil di Amerika Serikat yang dapat berdampak pada komunitas minoritas dan Muslim. 

Kekhawatiran ini kian nyata setelah wasit asal Somalia, Omar Artan, yang dijadwalkan bertugas di Piala Dunia, justru ditolak masuk.

Ironisnya, kritik terhadap negara tuan rumah saat ini cenderung sunyi jika dibandingkan dengan pengawasan dan kritik tajam yang terus diarahkan oleh media internasional kepada Qatar menjelang Piala Dunia 2022, sehingga kembali memicu perdebatan mengenai konsistensi standar ganda dalam olahraga global.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya