Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Politik

Prabowo Jalankan Reformasi Ekonomi dengan Bongkar Mafia Lahan

SENIN, 15 JUNI 2026 | 14:21 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Prabowo Subianto tidak hanya melanjutkan agenda pembangunan nasional, tetapi juga menjalankan reformasi ekonomi dengan membongkar berbagai persoalan mendasar dalam pengelolaan sumber daya alam dan distribusi kesejahteraan.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menanggapi munculnya sejumlah aksi demonstrasi yang mengusung tema "Reformasi 98 Jilid II".

Menurut Qodari, reformasi yang bergulir pada 1998 lebih banyak menghasilkan perubahan di bidang politik, seperti lahirnya otonomi daerah, penguatan lembaga legislatif, perluasan perlindungan hak asasi manusia, hingga sistem multipartai yang memungkinkan pergantian pemenang dalam setiap pemilu.


"Kalau kita letakkan dalam konteks yang sesungguhnya, maka Pak Prabowo adalah pemimpin Reformasi Jilid II. Karena Reformasi Jilid I lebih banyak menyangkut tatanan politik," kata Qodari lewat kanal Youtube Sinkos Indonesia, Senin, 15 Juni 2026.

Ia menilai selama lebih dari dua dekade pasca-Reformasi, perubahan yang signifikan memang terjadi di sektor politik. Namun, persoalan ekonomi dinilai belum mengalami pembenahan yang mendasar.

Qodari mengaku banyak memperoleh perspektif baru terkait kondisi ekonomi nasional setelah bergabung dalam pemerintahan Prabowo. Menurutnya, Presiden kerap memaparkan data dan kondisi riil perekonomian Indonesia yang selama ini luput dari perhatian publik.

Salah satu yang disoroti Prabowo, kata Qodari, adalah pertumbuhan ekonomi yang secara angka terlihat stabil di kisaran 5 persen, namun belum mampu menghadirkan pemerataan kesejahteraan.

"Bagaimana kelas menengah kita justru turun sekian persen dalam jumlah yang sangat signifikan, kelompok miskin ekstrem memang turun tetapi yang hampir miskin itu juga naik," katanya.

Lebih lanjut, Qodari mengatakan Prabowo juga menyoroti konsentrasi penguasaan sumber daya ekonomi yang dinilai menjadi salah satu penyebab ketimpangan.

Menurutnya, Presiden secara terbuka mengungkap persoalan penguasaan lahan, perkebunan sawit, hingga sumber daya alam strategis yang selama ini tidak terkelola secara adil.

"Jadi kata Pak Prabowo ada sesuatu yang salah di sini. Ada terjadi pelebaran kesenjangan ekonomi. Begitu ditelusuri lagi salah satu biang keroknya bahwa di hulu ternyata ada penguasaan lahan-lahan sumber daya alam, sumber ekonomi seperti tambang kemudian kebun sawit pada segelintir orang yang sebetulnya tidak jadi masalah kalau tidak terjadi penyelewengan," jelasnya.

Qodari menegaskan langkah-langkah yang dilakukan Prabowo dalam membenahi tata kelola sumber daya alam merupakan bagian dari reformasi ekonomi yang selama ini belum tersentuh.

"Jadi yang buka semua itu Pak Prabowo, jadi yang melakukan reformasi di bidang ekonomi dalam sektor sumber daya alam itu namanya Prabowo Subianto. Tunjukkan kalau pernah di masa lalu ada pemimpin kita yang mampu mengungkap adanya penyimpangan, adanya lahan sawit, lahan kebun yang ilegal seperti Pak Prabowo," pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya