Berita

Piala Dunia 2026/Net

Sepak Bola

Viral! Suporter Meksiko Minta Maaf Usai Lakukan Gestur Rasis ke YouTuber Korea di Piala Dunia 2026

SENIN, 15 JUNI 2026 | 10:21 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Sebuah insiden kurang menyenangkan menodai laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026 antara Korea Selatan melawan Republik Ceko yang digelar di Stadion Akron, Meksiko, pada 11 Juni lalu.

Seorang suporter sepak bola asal Meksiko menuai kecaman luas setelah terekam melakukan gestur rasis terhadap Ino Cat, seorang YouTuber asal Korea Selatan yang memiliki 6,6 juta pelanggan.

Kejadian ini bermula saat Ino Cat tengah merekam video swafoto di tribun penonton.


Dalam unggahannya, ia menyertakan keterangan, "Katakan padaku apakah saya terlalu sensitif," serta membagikan pengalamannya saat menghadapi rasisme di Piala Dunia.

Dalam rekaman tersebut, tampak jelas seorang pria di belakangnya menatap lurus ke arah kamera sambil menarik kedua ujung matanya menggunakan jari telunjuk—sebuah gestur yang secara luas diakui sebagai hinaan terhadap masyarakat keturunan Asia.

Pria tersebut belakangan diidentifikasi bernama Ulises Fernando Bernal Miramontes.

Menyusul eskalasi kontroversi tersebut, Bernal merilis video permohonan maaf pada akhir pekan lalu.

"Saya tidak mencari pembenaran atau berdebat soal interpretasi. Saya di sini untuk mengakui bahwa situasi ini menimbulkan ketidaknyamanan, dan saya menyampaikan permohonan maaf yang tulus," ungkap Bernal dalam videonya. 

Terkait statusnya, asosiasi teknik sipil di Jalisco (Colegio de Ingenieros Civiles del Estado de Jalisco) langsung mengklarifikasi bahwa Bernal tidak memiliki afiliasi apa pun dengan organisasi mereka.

Meskipun pelaku telah menunjukkan iktikad baik dengan meminta maaf secara terbuka tanpa alasan, masyarakat Korea Selatan tetap memandang insiden rasisme di ajang olahraga internasional ini sebagai sebuah persoalan serius.  

Profesor Seo Kyoung-duk dari Sungshin Women's University turut angkat bicara dengan mendesak pihak FIFA agar segera mengambil langkah pencegahan.

Ia menegaskan bahwa pergelaran sekelas Piala Dunia seharusnya menjadi ajang pemersatu komunitas global dari berbagai ras dan kebangsaan.

Oleh karena itu, FIFA wajib menjadikan insiden memalukan ini sebagai pelajaran berharga guna memastikan kejadian serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya