Berita

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO) Jose Rizal. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

SENIN, 15 JUNI 2026 | 06:50 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pengelolaan Blok Andaman di Aceh menggunakan skema hybrid merupakan pilihan yang paling realistis.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO) Jose Rizal mengatakan, pengelolaan Blok Andaman jangan semua di laut atau di darat. 

"Bagi dua, 60 persen gas diproses di FPSO (Floating Production, Storage, and Offloading), biar investor Mubadala yakin dan FID (Final Investment Decision) 2026 jalan," kata Jose dalam keterangannya, Senin 15 Juni 2026. 


Selebihnya, 40 persen gas di pipa ke Onshore Processing Facility (OPF) mini di Lhokseumawe. Cukup buat menyalakan PLTU PLN Aceh dan menghidupkan Pupuk Iskandar Muda.

Menurut Jose, hal ini sekaligus bisa membuka 3.000-5.000 lapangan kerja tetap untuk anak Aceh.

Dengan pola ini, lanjut Jose, investor dipermudah, pemerintah pusat tidak dirugikan, dan masyarakat Aceh juga tetap mendapatkan benefit jangka panjang.

"Dana Bagi Hasil untuk Aceh mungkin turun Rp150 miliar setahun dibanding kalau 100 persen FPSO. Tapi coba tanya ibu-ibu di Lhokseumawe, lebih butuh Rp150 miliar di kertas APBA, atau 3.000 anaknya dapat gaji tetap tiap bulan?" kata Jose, sekaligus pengusaha Aceh.

Menurut Jose, ini bukan soal siapa menang siapa kalah. Ini soal keadilan. Pusat tetap dapat penerimaan negara. Investor dapat kepastian. Rakyat Aceh dapat kerja dan gas murah untuk bangun industri sendiri.

Karena itu, Jose mendesak Gubernur Aceh, Muzakir Manaf untuk segera mengusulkan jalan tengah ini ke Menteri ESDM. Ia mengkhawatirkan gara-gara polemik tersebut proyek 7 miliar dolar AS ini molor 10 tahun seperti Blok Masela.

Sebagaimana diketahui, saat ini, dokumen Plan of Development (PoD) South Andaman tengah menunggu keputusan pemerintah pusat melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 

Dalam prosesnya, terdapat dua opsi utama yang berkembang, yakni seluruh gas diproses di laut sebagaimana diusulkan operator proyek Mubadala Energy atau seluruhnya diolah di darat sesuai aspirasi Pemerintah Aceh.

"Jangan sampai 20 tahun lagi, anak cucu Aceh hanya bisa lihat pipa gas lewat di laut, sementara mereka tetap menganggur di darat. Sudah cukup rakyat Aceh jadi penonton di tanah sendiri," pungkas Jose.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya