Berita

Kepala BGN Nanik S Deyang (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Publika

Nanik Masih Cengengesan saat Tiga Rekannya Masuk Bui

SENIN, 15 JUNI 2026 | 02:05 WIB

CERITA kali ini soal Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Ente lihat ndak di beranda, si Nanik S Deyang cengengesan ke sana ke mari, masuk podcast ini dan itu. Seolah-olah ia paling jujur, bersih, selangkah lagi malaikat. 

Ia begitu menikmati peran barunya di saat Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung meringkuk di penjara.

Di tengah gegap-gempita skandal yang menyeret petinggi BGN, tiga rekannya sudah lebih dulu menikmati fasilitas negara berupa jeruji besi. 


Sementara itu, Nanik S Deyang masih terlihat cengengesan ke sana ke mari menjalankan tugasnya sebagai Kepala BGN pengganti Dadan Hindayana.

Tenang dulu. Sampai hari ini Nanik belum diperiksa Kejaksaan Agung. Belum pula berstatus tersangka. Namun, publik tetap menyorot karena namanya disebut dalam BAP Sony Sonjaya, salah satu tersangka kasus tersebut. 

Kejagung sendiri menyatakan siapa pun yang mengetahui perkara ini berpotensi dimintai keterangan.

Bahasa rakyat sederhana saja. Surat undangan belum datang, tetapi namanya sudah mulai disebut-sebut di ruang tamu.

Yang paling menghibur tentu jurus andalan Nanik saat membela diri.

"Saya dari lahir sudah kaya."

Duarrr!

Kalimat ini langsung melesat menjadi kandidat kuat Kutipan Komedi Politik Tahun Ini.

Entah siapa yang pertama kali menciptakan teori, orang kaya otomatis kebal korupsi. Kalau teori itu benar, penjara koruptor seharusnya penuh tukang bakso, tukang tambal ban, dan penjual gorengan, termasuk kang ngopi, ups. 

Kenyataannya malah sering sebaliknya. Korupsi bukan olahraga rakyat miskin. Ini olahraga kaum elite dengan fasilitas lengkap dan pelatih profesional.

Data LHKPN Januari 2025 menunjukkan kekayaan Nanik mencapai Rp6,3 miliar tanpa utang. Sebagian besar berasal dari tanah dan bangunan di Depok dan Bekasi senilai lebih dari Rp5,4 miliar. 

Lumayan. Cukup untuk membuat rakyat biasa mendadak rajin membuka aplikasi m-banking lalu menyesali nasib.

Namun masalahnya bukan soal jumlah harta. Publik penasaran karena nama Nanik muncul dalam BAP tersangka. 

Ketika wartawan mencoba bertanya, Nanik beberapa kali terlihat enggan memberi penjelasan panjang. Kadang senyum. Kadang jalan cepat. Kadang mendadak sibuk. 

Gerakannya lincah seperti Muhammad Al Gazani Dwi Sugandi yang menjebol gawang Kamboja, dan mengantarkan Timnas U19 juara III Piala AFF.

Padahal MBG awalnya dijual sebagai program mulia. Tujuannya jelas, anak-anak Indonesia makan lebih bergizi, tumbuh sehat, dan menjadi generasi emas. Sebuah cita-cita yang sulit ditolak oleh siapa pun yang masih memiliki akal sehat.

Namun seperti biasa, negeri ini memiliki bakat unik. Apa pun programnya, selalu ada saja yang diduga melihatnya sebagai kesempatan bisnis keluarga besar Persatuan Maling Anggaran Indonesia.

Anak-anak menunggu telur. Orang tua menunggu susu. Rakyat malah mendapat bonus berita penahanan. Sungguh paket komplit.

Tentu saja, sampai saat ini tidak ada putusan hukum yang menyatakan Nanik bersalah. Asas praduga tak bersalah wajib dihormati. 

Tetapi rakyat juga punya hak untuk bertanya dan curiga. Apalagi mereka sudah terlalu sering menonton film dengan alur yang sama.

Awalnya semua bilang aman. Lalu bilang tidak tahu. Kemudian bilang tidak terlibat. Setelah itu... ya sudahlah, rakyat hafal sendiri episode lanjutannya.

Apakah Nanik kelak akan dimintai keterangan Kejagung? Belum ada yang tahu. Apakah namanya hanya kebetulan muncul dalam pusaran kasus? Publik juga belum tahu. Kalau Nanik tidak dimintai keterangan, tandanya ia memiliki beking super. 

Yang pasti, ketika tiga rekannya sudah lebih dulu masuk bui, Nanik masih cengengesan ke sana ke mari. Rakyat kembali menjadi penonton setia serial terpanjang republik ini, "Maling Uang Negara, Season Tak Berujung."

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya