Berita

Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) Sudirman Said. (Foto: Istimewa)

Politik

Sudirman Said:

Indonesia Perlu Memperkuat Kepemimpinan Institusional

MINGGU, 14 JUNI 2026 | 23:01 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Indonesia perlu segera memperkuat kepemimpinan yang berpijak pada institusi untuk mengantisipasi krisis tata kelola yang gejalanya mulai tampak. 

Penegasan itu dikatakan Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) Sudirman Said dalam Bimtek Anggota DPRD PKS se-Kalimantan, di Jakarta.

"Kepemimpinan yang menggerakkan adalah kepemimpinan yang membuat institusi tetap berjalan meski orangnya berganti. Itulah yang membedakannya dari kuasa yang hanya hidup selama sosoknya berkuasa," kata Sudirman, dikutip Minggu 14 Juni 2026.


Sudirman menawarkan model kepemimpinan yang menggerakkan, yang berdiri di atas tiga pilar. Pilar pertama adalah kepemimpinan yang institusional bukan populis, yaitu otoritas pemimpin yang berakar pada sistem dan aturan yang bekerja, bukan pada sorak-sorai massa yang mudah berubah arah. 

Pilar kedua adalah kepemimpinan yang kolektif bukan personal, yang menuntut kepemimpinan dibagi dan dikaderkan ke banyak pundak alih-alih dipusatkan demi membesarkan satu nama. 

Pilar ketiga adalah kepemimpinan yang intrinsik bukan nominal, yang menegaskan wibawa pemimpin tumbuh dari kapasitas dan keteladanan nyata, bukan sekadar melekat pada jabatan atau gelar. 

Menurut Sudirman, godaan personifikasi kekuasaan justru menguat ketika politik kehilangan orientasi jangka panjang. 

Ia merujuk ekonom Dambisa Moyo yang dalam Edge of Chaos menilai politisi kini lebih sibuk memenangi pemilu ketimbang merawat kesehatan jangka panjang negaranya. Kondisi itu, kata Moyo, melahirkan mediokrasi, politik yang dikejar oleh urusan jangka pendek alih-alih kebijakan yang substantif. 

"Di ruang yang miskin gagasan jangka panjang itulah sosok menggantikan sistem, dan loyalitas personal menggeser akuntabilitas publik," kata Sudirman.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya