Berita

Banjir rob di Kendal Jawa Tengah, Selasa 24 Mei 2022. (Foto: RMOLJateng)

Nusantara

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

MINGGU, 14 JUNI 2026 | 22:22 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob.

Mengutip Kantor Berita RMOLJateng, peringatan ini berlaku untuk Senin, 15 Juni 2026 besok dengan prediksi durasi lebih lama dibanding hari-hari sebelumnya.

Berdasarkan rilis resmi nomor B/ME.01.02/135/KTJM/VI/2026 yang ditandatangani Prakirawan BMKG Retna Swasti Karini, fenomena ini dipicu oleh aktivitas pasang air laut yang memengaruhi dinamika pesisir di Wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.


Karena durasi potensi genangan rob kali ini diprediksi berlangsung lebih lama, masyarakat di kawasan pesisir pantai diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum.

Berdasarkan data pasang surut dari Pushidrosal, BMKG mengingatkan bahwa genangan air laut ini berpotensi mengganggu berbagai lini aktivitas masyarakat dan sektor ekonomi di wilayah pesisir serta pelabuhan.

Beberapa dampak yang perlu diwaspadai antara lain gangguan sistem transportasi di jalanan sekitar pelabuhan dan pemukiman pesisir, hambatan aktivitas para petani garam dan operasional perikanan darat atau tambak, dan gangguan pada kelancaran kegiatan bongkar muat komoditas di pelabuhan.

Untuk itu, pihak BMKG mengimbau warga pesisir untuk tetap siaga mengantisipasi segala dampak materiil yang bisa ditimbulkan oleh banjir rob ini.

Masyarakat juga diminta untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim resmi secara berkala dari kanal BMKG.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya