Berita

Barang bukti yang diamankan petugas. (Foto:Humas Polda Metro Jaya)

Hukum

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

MINGGU, 14 JUNI 2026 | 11:25 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Polda Metro Jaya menetapkan seorang pria berinisial ANH (24) sebagai tersangka setelah kedapatan membawa tiga botol berisi cairan berbahaya yang dilengkapi sumbu saat berlangsung aksi unjuk rasa di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat, 12 Juni 2026.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, tersangka diamankan petugas pengamanan sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Gatot Subroto, tepat di depan pintu gerbang utama Gedung DPR RI, Kelurahan Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Menurut Budi, ANH ditangkap setelah gerak-geriknya menimbulkan kecurigaan petugas yang sedang melakukan pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum.


"Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif pasca-penangkapan, penyidik telah menaikkan status hukum ANH menjadi tersangka," kata Kombes Budi seperti dikutip RMOL, Minggu, 14 Juni 2026

Kombes Budi menjelaskan, petugas di lapangan berhasil menemukan barang bukti berupa tiga buah botol berisi cairan berbahaya yang terdapat sumbu pada ujung botolnya di dalam tas ransel pemuda tersebut. Di mana benda-benda tersebut dikategorikan sebagai alat pembakar ilegal yang sangat berbahaya dan berpotensi mengancam keselamatan jiwa di tengah konsentrasi massa.

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka diketahui datang ke kawasan parlemen Senayan setelah melihat flyer ajakan unjuk rasa yang beredar di berbagai platform media sosial beberapa hari sebelumnya.

Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga melakukan pendalaman terhadap seorang pria berinisial R yang diketahui melakukan perjalanan bersama tersangka menuju lokasi aksi.

Saat ini R masih berstatus sebagai saksi. Polisi masih mendalami perannya guna memastikan ada atau tidaknya keterlibatan dalam perencanaan aksi yang dilakukan tersangka.

Atas perbuatannya, ANH dijerat dengan Pasal 306 KUHP terkait penyalahgunaan senjata atau bahan berbahaya.

Kombes Budi menegaskan proses hukum terhadap tersangka akan dilakukan secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penyidik saat ini masih mendalami motif pelaku, asal-usul pembuatan botol yang dilengkapi sumbu tersebut, hingga kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

"Saat ini tim penyidik masih melakukan pendalaman secara intensif untuk membongkar motif tersembunyi tersangka, menelusuri asal-usul pembuatan botol dengan sumbu pembakar tersebut, serta mendeteksi kemungkinan adanya jaringan atau instruksi dari pihak lain," jelasnya.

Kombes Budi menegaskan Polda Metro Jaya tetap menghormati hak konstitusional masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, aparat tidak akan mentolerir peserta aksi yang membawa benda-benda berbahaya yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Polda Metro Jaya juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya koordinator lapangan dan peserta aksi, untuk menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bertanggung jawab sesuai amanat UU 9/1998. Masyarakat juga diminta segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui layanan darurat Call Center Polri 110 agar dapat segera ditindaklanjuti petugas.

"Kami menjamin kemerdekaan bersuara masyarakat, namun apabila terdapat oknum atau penyusup yang sengaja membawa benda berbahaya yang dapat memicu anarkisme dan mengganggu keamanan nasional, institusi Polri akan melakukan tindakan represif berupa penegakan hukum yang tegas terukur," pungkas Kombes Budi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya