Berita

DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI Jakarta menggelar diskusi publik. (Foto: Istimewa)

Politik

Lembaga Pendidikan Harus Jadi Ruang Aman dari Kekerasan Seksual

MINGGU, 14 JUNI 2026 | 07:53 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI Jakarta menggelar diskusi publik bertajuk Pendidikan Tanpa Kekerasan Seksual, Ruang Aman Bukan Mimpi di Aula Kantor DPW PKB DKI Jakarta. 

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen PKB dalam mendorong terciptanya lingkungan pendidikan dan pesantren yang aman, bermartabat, serta bebas dari kekerasan seksual.

Diskusi tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pengelola pesantren, kepala sekolah, guru, organisasi perempuan, aktivis perlindungan anak, mahasiswa, organisasi masyarakat sipil, hingga media massa. 


Melalui forum ini, PKB ingin memperkuat sistem perlindungan bagi peserta didik dan santri melalui kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

Sekretaris Wilayah DPW PKB DKI Jakarta, Fauzi, menilai kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, termasuk pesantren, masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama.

“Indonesia hari ini belum sepenuhnya baik-baik saja. Berbagai kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, termasuk di pesantren, masih terus terjadi dan menjadi perhatian serius," ungkapnya, Minggu, 14 Juni 2026. 
Menurutnya, situasi ini menunjukkan pentingnya kepemimpinan yang mampu menghadirkan keteladanan, memperkuat perlindungan terhadap korban, dan memastikan hukum ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PKB DKI Jakarta, Wafa Patria Umma, menegaskan bahwa sekolah dan lembaga pendidikan harus menjadi ruang yang aman bagi anak untuk belajar, tumbuh, dan mengembangkan potensinya.

“Kami berharap seluruh pihak memiliki kesadaran yang sama bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang. Karena itu, pencegahan dan penanganan kekerasan, termasuk kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, harus menjadi perhatian bersama,” kata Wafa.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Sekolah perlu memastikan perlindungan terhadap peserta didik berjalan efektif. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi kebijakan, penguatan regulasi, serta peningkatan pengawasan agar sekolah dan pesantren benar-benar terbebas dari kekerasan seksual.

Dalam kesempatan yang sama, Psikolog Mia Silmiah Sazely menyoroti pentingnya pendidikan pencegahan kekerasan seksual sejak usia dini. Menurutnya, edukasi tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk keberanian anak untuk menolak tindakan yang tidak pantas, berani berbicara saat mengalami atau menyaksikan kekerasan, serta memahami cara menjaga diri.

“Kekerasan seksual menimbulkan dampak serius dan masif bagi masyarakat. Edukasi pencegahan diperlukan untuk membentuk karakter anak yang berani menolak, berani menyuarakan anti-kekerasan, dan mampu menjaga dirinya sendiri,” jelas Mia. 

Melalui diskusi ini, DPW PKB DKI Jakarta mendorong sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penyusunan standar operasional prosedur (SOP) penanganan kekerasan seksual di seluruh lembaga pendidikan dan pesantren, pembentukan unit perlindungan anak dan santri, penguatan pendidikan pencegahan kekerasan seksual yang sesuai dengan nilai agama dan budaya Indonesia, serta peningkatan koordinasi antarinstansi terkait.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya