Berita

Pendiri Nusantara Institute, Danny Gaida Tera Elgar. (Foto: Dokumentasi Nusantara Institute)

Bisnis

Indonesia Harus Tiru Korsel Kembangkan Industri Film dan Musik

MINGGU, 14 JUNI 2026 | 02:30 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Potensi besar industri kreatif tanah air, khususnya pada sektor perfilman dan musik, kembali menjadi perbincangan hangat. 

Pendiri Nusantara Institute, Danny Gaida Tera Elgar, secara tegas meminta pemerintah memberikan atensi lebih besar terhadap ekosistem hiburan nasional.

Menurut Danny, langkah konkret sangat diperlukan agar karya-karya seniman Indonesia mampu menembus pasar internasional. 


Ia menilai, kekayaan seni budaya Indonesia adalah aset berharga yang selama ini belum terkelola dengan optimal. Padahal, perpaduan instrumen tradisional dan aransemen modern memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi audiens global.

"Kita harus berhenti puas dengan status juara kandang. Sudah saatnya karya musik dan sinema nasional berkiprah di panggung dunia," ujar Danny dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2026.

Baginya, sektor hiburan harus dikelola sebagai instrumen diplomasi soft power yang strategis. Penguatan budaya populer di mata dunia secara otomatis akan mendongkrak profil ekonomi serta posisi tawar Indonesia di kancah internasional.

Ia pun menyoroti keberhasilan Korea Selatan dalam memajukan ekonomi lewat invasi global K-Pop dan serial drama. Menurut Danny, kesuksesan tersebut bukan karena kualitas semata, melainkan buah dari ekosistem industri yang sangat rapi.

Di Korea Selatan, sinergi antara rumah produksi, musisi, hingga aktor berjalan dengan sangat terintegrasi. Pola kolaborasi lintas sektor seperti itulah yang menurutnya perlu segera diadopsi oleh insan kreatif di dalam negeri.

"Momentum perfilman Indonesia yang mulai diperhitungkan di festival mancanegara harus dimanfaatkan. Musik lokal perlu dimasukkan sebagai soundtrack agar strategi promosi menjadi satu kesatuan yang utuh," papar Danny.

Walaupun memiliki potensi, Danny tidak menampik adanya hambatan yang masih menghalangi para pekerja seni. Tantangan utama saat ini adalah ketiadaan sistem pendukung yang berkelanjutan, mulai dari proses kreatif hingga distribusi.

Nusantara Institute pun mendesak pemerintah untuk segera memangkas birokrasi yang menghambat kreativitas. Kebijakan yang lebih akomodatif dan strategis akan sangat membantu sineas maupun musisi untuk melahirkan karya berstandar dunia.

Isu perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) juga tak luput dari perhatian tajam Danny Gaida. Ia menekankan bahwa penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran hak cipta adalah kunci kesejahteraan bagi seniman.

“Segala aksi pembajakan lagu maupun film di dunia maya harus disikat habis tanpa pandang bulu. Selain itu, akses permodalan dari sektor perbankan bagi para pekerja seni harus dibuat lebih mudah dan inklusif,” tegasnya.

Banyak ide kreatif yang akhirnya mati di tengah jalan karena minimnya dukungan pembiayaan. Oleh karena itu, sinergi antara investor, perbankan, dan dukungan negara sangat krusial untuk segera direalisasikan,” pungkas Danny.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya