Berita

Ilustrasi

Bisnis

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

SABTU, 13 JUNI 2026 | 16:06 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengimbau nasabah pengguna layanan BNIdirect cash dan BNIdirect bisnis untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan perseroan. 

Modus tersebut antara lain berupa permintaan data akses akun, kode token, hingga ajakan menginstal aplikasi tertentu dengan alasan verifikasi maupun bantuan teknis.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, BNI tidak pernah meminta nasabah untuk menyampaikan data rahasia, seperti user ID perusahaan, ID pengguna, nama perusahaan, kata sandi, alamat email, kode Hard Token atau Soft Token, kode OTP, maupun informasi sensitif lainnya melalui telepon, SMS, email, media sosial, ataupun kanal tidak resmi lainnya.


"Waspadalah, permintaan data akun, kata sandi, alamat email, kode Hard/Soft Token, kode OTP, maupun informasi lainnya melalui telepon, SMS, email, ataupun media sosial merupakan modus penipuan," ujar Okki dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu 13 Juni 2026.

Okki menegaskan, kode Hard Token maupun Soft Token hanya digunakan untuk mengotorisasi transaksi pada website resmi BNIdirect cash dan BNIdirect bisnis. Dengan demikian, tidak ada proses verifikasi identitas nasabah yang membutuhkan penyebutan kode token kepada pihak lain.

Menurut dia, pelaku kejahatan kerap menggunakan dalih verifikasi akun untuk memperoleh data penting dari nasabah. Setelah mendapatkan data tersebut, pelaku berpotensi mengambil alih akun atau memproses transaksi tidak sah atas nama nasabah.

"Tolak dengan tegas atau segera akhiri percakapan apabila terdapat pihak yang meminta ID Perusahaan, ID Pengguna, dan nama perusahaan dengan alasan verifikasi," kata Okki.

Selain permintaan data, BNI juga meminta nasabah tidak menuruti instruksi untuk menginstal aplikasi tertentu pada komputer atau laptop dengan alasan bantuan teknis. 

Okki menjelaskan, aplikasi tersebut dapat berupa perangkat lunak remote desktop yang memungkinkan pelaku mengakses perangkat nasabah dari jarak jauh.

Pelaku juga kerap memberikan tekanan psikologis kepada nasabah dengan menyampaikan bahwa akun BNIdirect cash atau BNIdirect bisnis akan segera terblokir dalam waktu singkat. BNI menegaskan, perseroan tidak melakukan pemblokiran akun melalui panggilan telepon.

Okki meminta nasabah tetap tenang apabila menerima pesan atau panggilan mencurigakan. Nasabah juga diimbau segera melakukan konfirmasi melalui kanal resmi BNI agar terhindar dari risiko penyalahgunaan data dan transaksi tidak sah.

"Hubungi BNI Call 1500046 atau Service Action Team di 021-29946046 atau melalui layanan WhatsApp di nomor 0858 5000 1946 dan lakukan verifikasi atas akun BNIdirect cash atau BNIdirect bisnis dengan petugas yang membantu," demikian Okki.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya