Berita

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. (Foto: Dok. Setpres)

Politik

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

SABTU, 13 JUNI 2026 | 13:51 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Presiden Prabowo Subianto diingatkan untuk tidak mengabaikan kondisi ekonomi masyarakat yang berpotensi memicu gejolak sosial dan politik.

Pengamat politik Fernando Emas menilai, pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret mengantisipasi munculnya gelombang protes besar menjadi "Reformasi 1998 Jilid II" apabila persoalan ekonomi rakyat tidak segera ditangani.

"Saya tidak menakut-nakuti pemerintahan Prabowo, melainkan memberi peringatan berbasis sejarah nyata. Kondisi yang pernah memicu ledakan sosial seperti 1998 berpotensi berulang jika pemerintah tidak segera bertindak," kata Fernando kepada wartawan, Sabtu, 13 Juni 2026.


Menurut Fernando, skenario tersebut tidak akan terjadi secara otomatis. Namun, potensi gejolak dapat muncul apabila pemerintah gagal atau terlambat melakukan pembenahan, terutama di sektor ekonomi.

Karena itu, ia menilai masih terdapat peluang bagi Presiden Prabowo untuk mengambil kebijakan yang tepat guna mencegah akumulasi ketidakpuasan publik.

"Masih ada jendela peluang bagi Presiden Prabowo untuk mengambil langkah-langkah konkret dan terukur guna mencegah akumulasi kemarahan publik mencapai titik kritis yang tidak terkendali," ujarnya.

Fernando berpandangan, pemerintah tidak bisa lagi bersikap lamban dalam merespons persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat. Dalam situasi kompleks saat ini, kata dia, diperlukan keberanian untuk melakukan terobosan kebijakan, termasuk mengevaluasi kinerja para menteri.

"Kebijakan ekonomi yang tidak berpihak kepada rakyat kecil bukan sekadar angka statistik, tetapi terlihat dari antrean panjang di SPBU, harga bahan pokok yang terus naik, tagihan listrik yang membengkak, hingga lapangan kerja yang semakin sulit diperoleh," jelasnya.

Ia menyoroti kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan sumber protein hewani yang dinilai tidak sebanding dengan peningkatan pendapatan masyarakat.

Selain itu, penyesuaian tarif energi dan kebijakan perpajakan yang kurang sensitif terhadap kondisi ekonomi masyarakat disebut turut mempersempit ruang gerak keuangan keluarga berpenghasilan rendah dan menengah.

Fernando juga menyinggung tingginya angka pengangguran dan setengah pengangguran yang diperparah oleh gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor industri.

Salah satu yang bisa dilakukan Prabowo, kata Fernando, yakni melalui perombakan atau reshuffle kabinet kepada menteri yang dinilai gagal menghadirkan solusi atas persoalan di sektor masing-masing.

Menurutnya, pergantian menteri bukan semata manuver politik, melainkan langkah fungsional untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan.

"Ketika seorang menteri tidak mampu menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan di sektornya, terutama sektor ekonomi yang berdampak langsung pada kehidupan rakyat, maka pergantian merupakan tindakan yang bertanggung jawab dan bukan tanda kelemahan pemerintah," tegasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya