Berita

LEMIGAS dan Pertagas tandatangani perjanjian kerja sama pemanfaatan Cisem II (Foto: Istimewa)

Bisnis

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

SABTU, 13 JUNI 2026 | 13:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur (Cisem II) kini resmi memasuki tahap pemanfaatan baru. 

Kepastian ini diperoleh setelah BBPMGB LEMIGAS dan PT Pertamina Gas (Pertagas) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Gedung Forum LEMIGAS, Jakarta. 

Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan infrastruktur gas nasional sekaligus mengintegrasikan jaringan transmisi di Pulau Jawa demi menyokong ketahanan energi serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi domestik.


Prosesi penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala BBPMGB LEMIGAS, M. Halim Sariwardana, dan Direktur Utama Pertagas, Indra P. Sembiring pada Kamis 11 Juni 2026 lalu.

Kepala BBPMGB LEMIGAS, M. Halim Sariwardana, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memastikan infrastruktur yang didanai negara dapat berfungsi maksimal untuk memperkokoh ketahanan energi nasional.

“Cisem II merupakan infrastruktur strategis yang dibangun untuk memperkuat konektivitas jaringan gas bumi nasional. Melalui kolaborasi dengan Pertagas sebagai operator yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam pengelolaan pipa transmisi gas, kami berharap pemanfaatan aset ini dapat berjalan optimal, memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar, serta mendukung ketersediaan energi bagi sektor industri, kelistrikan, dan masyarakat,” kata Halim, dalam keterangan yang dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu 13 Juni 2026.

Di sisi lain, Direktur Utama Pertagas, Indra P. Sembiring, memandang sinergi antara regulator dan BUMN ini sebagai momentum krusial untuk memberikan dampak positif yang lebih luas bagi perekonomian dan masyarakat.

“Pemanfaatan Cisem II memiliki nilai strategis dalam memperkuat konektivitas jaringan transmisi gas bumi nasional, meningkatkan keandalan pasokan energi, serta membuka peluang pengembangan pasar gas bumi yang lebih luas di Pulau Jawa."  ujar Indra.

"Melalui kerja sama ini, kami siap menjalankan amanah pengelolaan infrastruktur strategis negara dengan mengedepankan aspek keselamatan, keandalan operasi, tata kelola yang baik, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” sambungnya.

Indra menambahkan, rekam jejak Pertagas sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina dalam mengoperasikan jaringan transmisi nasional, termasuk proyek Cisem I (Semarang–Batang), menjadi modal kuat dalam menjamin efektivitas pengelolaan proyek Cisem II ini.

Proyek Pipa Transmisi Gas Bumi Cisem II sepanjang 242 kilometer ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang digarap oleh Kementerian ESDM lewat pendanaan APBN. Jalur ini membentang dari Batang (Jawa Tengah) hingga Kandang Haur Timur (Jawa Barat) dan menjadi bagian integral dari sistem Pipa Cirebon–Semarang (Cisem).

Kehadiran pipa Cisem menjadi milestone penting karena berhasil menyambungkan interkoneksi pipa gas Trans Jawa, mulai dari Pagerungan di perairan Madura, Jawa Timur, hingga ujung barat di Cilegon, Banten.

 Pertagas resmi ditunjuk sebagai operator Cisem II pada April 2026 setelah melewati proses seleksi mitra oleh Kementerian ESDM melalui LEMIGAS. Portofolio ini melengkapi peran Pertagas yang sebelumnya telah sukses mengelola dan meningkatkan utilisasi ruas Cisem I.

Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak optimistis integrasi jaringan gas bumi nasional akan semakin kokoh, pasokan energi kian andal, serta mampu menjadi motor penggerak sektor kelistrikan dan industri nasional secara berkelanjutan. 

Pertagas merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina yang didirikan pada 23 Februari 2007 untuk memenuhi ketentuan UU No. 22 tahun 2001 dan peningkatan kebutuhan komoditas gas di Indonesia. Pertagas bergerak di sektor midstream dan downstream industri energi di Indonesia yang secara berkelanjutan mengembangkan bisnisnya pada sektor energi baik gas, minyak maupun bentuk energi lainnya di seluruh Indonesia.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya