Berita

Prof Din Syamsuddin dan Menteri LH Jumhur Hidayat (tengah) (Foto: Dokumen pribadi)

Politik

Aliansi Lintas Agama dan Kementerian LH Gaungkan Pertaubatan Nasional Ekologis

SABTU, 13 JUNI 2026 | 11:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Gerakan moral lintas agama yang tergabung dalam Siaga Bumi (Indonesia Bergerak Selamatkan Bumi) menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup (LH) untuk memperkuat upaya penyelamatan lingkungan melalui pendekatan budaya dan keagamaan.

Komitmen itu mengemuka dalam audiensi Siaga Bumi dengan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat di Gedung Kementerian LH, Kuningan, Jakarta, baru-baru ini.

Dalam pertemuan itu, Jumhur didampingi Sekretaris Kementerian, sejumlah staf khusus, dan deputi. Sementara rombongan Siaga Bumi dipimpin Ketua Dewan Pengarah, Prof. Din Syamsuddin.


Din menjelaskan, Siaga Bumi yang berdiri sejak 2015 merupakan gerakan moral lintas agama yang konsisten mendorong kepedulian terhadap lingkungan melalui berbagai program konkret.

"Siaga Bumi telah bergerak melalui berbagai program konkret, salah satunya adalah gerakan Eco Rumah Ibadah. Program ini berfokus pada pengasrian fisik dan lingkungan di sekitar rumah-rumah ibadah, manajemen air yang berkelanjutan, serta manajemen sampah," ujar Din Syamsuddin dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu, 13 Juni 2026.

Menanggapi hal itu, Jumhur Hidayat menyampaikan apresiasi atas konsistensi Siaga Bumi dalam membangun kesadaran lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan.

Ia mengungkapkan, Kementerian LH tengah menyiapkan agenda besar bertajuk "Pertaubatan Nasional Ekologis" sebagai langkah strategis menghadapi ancaman krisis lingkungan.

Program tersebut mencakup berbagai aksi nyata, mulai dari reforestasi melalui penanaman dua miliar pohon hingga pendataan ketat terhadap industri yang merusak lingkungan.

Menurut Jumhur, di tengah ancaman krisis lingkungan yang semakin serius, terbuka peluang besar untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

"Semua pihak yang beragam, lintas agama, lintas negara, lintas profesi, dan lintas keahlian kini dapat bersatu karena sama-sama merasa memiliki tanggung jawab moral pada isu lingkungan hidup. Kami di Kementerian LH sangat merasa perlu adanya rekayasa sosial dan persuasi religius untuk mempengaruhi sekaligus mengubah perilaku masyarakat terhadap lingkungan," ungkapnya.

Baik Kementerian LH maupun Siaga Bumi sepakat bahwa akar persoalan krisis ekologis tidak semata-mata bersifat teknis, melainkan juga berkaitan dengan budaya dan gaya hidup masyarakat.

Karena itu, diperlukan proses pembudayaan baru yang dilakukan secara simultan melalui langkah cepat yang responsif dan edukasi yang berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak berkomitmen memperkuat kerja sama dan membangun sinergi dalam upaya penyelamatan serta pemuliaan lingkungan hidup di Indonesia.

Diketahui, Siaga Bumi merupakan gerakan lintas agama yang beranggotakan unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), serta representasi kalangan akademisi melalui kampus-kampus yang memiliki kajian lingkungan, di antaranya Universitas Nasional (UNAS).

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya