Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Saham Eropa Terbang, Sektor Keuangan Pimpin Reli Pasar

SABTU, 13 JUNI 2026 | 07:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa ditutup menguat signifikan pada akhir perdagangan Jumat 12 Juni 2016 waktu setempat, 

Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 1,8 persen, sementara Euro STOXX 50 menguat 2 persen. Penguatan terjadi setelah Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa kesepakatan dengan AS semakin dekat, sementara Presiden Donald Trump mengindikasikan serangan yang sempat direncanakan terhadap Iran telah dibatalkan.

Sektor keuangan menjadi motor utama penguatan pasar. Di Jerman, Deutsche Bank melesat lebih dari 6 persen, sedangkan Commerzbank naik hampir 3 persen. Di Prancis, BNP Paribas dan Société Générale masing-masing menguat sekitar 5 persen. Kinerja serupa juga terlihat di Inggris, di mana Barclays, Lloyds Banking Group, HSBC, NatWest, dan Standard Chartered mencatat kenaikan solid.


Indeks DAX Jerman naik 1,8 persen ke level 24.613, mencatat kenaikan harian terbesar dalam hampir tiga pekan. Selain saham perbankan, penguatan juga ditopang sektor teknologi dan industri, dengan Siemens Energy, Heidelberg Materials, dan Infineon Technologies mencatat kenaikan signifikan.

CAC 40 Prancis melonjak 1,8 persen ke level tertinggi dalam tujuh pekan. Selain sektor keuangan, saham-saham barang mewah seperti LVMH dan Hermès turut menguat seiring membaiknya sentimen risiko global.

Sementara itu, FTSE MIB Italia naik 2 persen dan ditutup pada rekor tertinggi baru di 51.497. Reli dipimpin saham perbankan setelah muncul spekulasi mengenai potensi konsolidasi sektor keuangan melalui aktivitas merger dan akuisisi yang melibatkan Banca Monte dei Paschi di Siena. Saham Mediobanca, UniCredit, Intesa Sanpaolo, dan Monte Paschi semuanya mencatat kenaikan lebih dari 3 persen.

Di London, FTSE 100 menguat 1,5 persen dan memperpanjang kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut. Selain perbankan, saham pertambangan seperti Rio Tinto, Anglo American, Antofagasta, dan Fresnillo turut menopang indeks. Namun, pelemahan harga minyak membebani saham energi, dengan Shell dan BP masing-masing turun lebih dari 2 persen.

Saat ini investor juga mencermati langkah Bank Sentral Eropa (ECB) yang baru saja menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun. Meski demikian, pasar menilai prospek kredit yang membaik dan meredanya risiko geopolitik lebih dominan dalam mendorong sentimen positif.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya