Berita

Ilustrasi kerusuhan Mei 1998 di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Politik

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

SABTU, 13 JUNI 2026 | 05:28 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dalam analisis geopolitik, krisis moneter Asia tahun 1997-1998 menjadi salah satu peristiwa paling menentukan bagi Indonesia.

Peristiwa yang kemudian berkembang menjadi krisis multidimensi tersebut tidak hanya mengguncang ekonomi, tetapi juga mengubah struktur politik, sosial, dan keamanan nasional.

Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah menilai banyak kalangan nasionalis memandang periode pasca-1998 sebagai fase ketika Indonesia mulai semakin bergantung pada mekanisme pasar global.


“Krisis 1998 meninggalkan trauma strategis. Dari sudut pandang sebagian elite nasionalis, Indonesia menjadi lebih rentan terhadap pengaruh eksternal, baik melalui pasar keuangan, perdagangan internasional, maupun penguasaan teknologi,” kata Amir, dikutip Sabtu 13 Juni 2026.

Karena itu, kata Amir, tidak mengherankan apabila Presiden Prabowo Subianto selama bertahun-tahun mengangkat isu swasembada pangan, hilirisasi industri, penguatan pertahanan, dan kemandirian energi.

Amir menjelaskan bahwa pernyataan Prabowo juga harus dilihat dalam konteks perubahan geopolitik global yang saat ini sedang berlangsung.

Dominasi tunggal negara-negara Barat yang muncul setelah berakhirnya Perang Dingin mulai mengalami tantangan dari kekuatan-kekuatan baru seperti China, India, serta kelompok ekonomi seperti BRICS.

“Dunia saat ini memasuki era multipolar. Negara-negara yang tidak memiliki fondasi ekonomi dan industri yang kuat akan sulit bersaing. Karena itu isu kemandirian nasional menjadi sangat relevan,” kata Amir. 

Sebelumnya, dalam pembukaan Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung, Presiden Prabowo Subianto mengaku telah melihat Indonesia bergerak ke arah yang salah sejak dekade 1990-an.

Karena itulah, Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya telah berupaya menjadi presiden sejak 2004 dan mengalami empat kali kekalahan sebelum akhirnya memenangkan Pilpres 2024.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya