Berita

SPBU Pertamina (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

KMHDI: Kenaikan BBM Dipengaruhi Geopolitik Global

JUMAT, 12 JUNI 2026 | 23:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Publik diajak menyikapi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi secara bijaksana dengan tetap menjaga kondusivitas nasional serta menghindari segala bentuk tindakan anarkisme yang dapat merugikan kepentingan masyarakat luas.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) Wayan Ardi Adnyana menyampaikan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Green yang berlaku sejak 10 Juni 2026, tidak dapat dilepaskan dari dinamika geopolitik global yang saat ini sedang memengaruhi harga energi dunia, rantai pasok internasional, serta biaya impor energi berbagai negara, termasuk Indonesia. 

"Pertamina dan pemerintah juga menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan kondisi geopolitik internasional," kata Wayan dalam keterangannya, Jumat 12 Juni 2026.


Menurut Wayan, masyarakat tentu memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap kebijakan yang dianggap berdampak pada kehidupan sehari-hari. 

Namun, penyampaian aspirasi harus tetap berada dalam koridor demokrasi, mengedepankan dialog, serta tidak berkembang menjadi tindakan anarkis yang justru dapat mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi nasional.

“Kita harus melihat persoalan ini secara utuh. Kondisi geopolitik global yang memanas telah berdampak pada harga energi internasional dan menjadi tantangan bagi banyak negara," kata Wayam.

KMHDI menilai bahwa stabilitas nasional merupakan prasyarat penting bagi keberlangsungan pembangunan, pertumbuhan ekonomi, dan perlindungan terhadap masyarakat kecil. 

Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, bangsa Indonesia membutuhkan semangat gotong royong antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh elemen sipil untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang muncul.

Di sisi lain, KMHDI juga meminta pemerintah dan PT Pertamina untuk terus menjaga ketersediaan serta distribusi BBM subsidi, khususnya Pertalite dan Biosolar, agar tetap mudah diakses oleh masyarakat kecil, petani, nelayan, pelaku UMKM, serta sektor-sektor produktif yang sangat bergantung pada energi terjangkau. 

“Keberpihakan kepada rakyat harus tetap menjadi prioritas," pungkas Wayan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya