Berita

Pantauan dari udara situasi di depan gedung UOB Jakarta Pusat dipadati pendemo Jumat, 12 Juni 2026 malam. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

JUMAT, 12 JUNI 2026 | 19:54 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

PT MRT Jakarta (Perseroda) melakukan penyesuaian akses di sejumlah stasiun pada Jumat, 12 Juni 2026 menyusul kepadatan massa demonstrasi mahasiswa.

Hingga kini, MRT Jakarta masih menutup sementara akses Entrance C dan Entrance E di Stasiun Dukuh Atas BNI, dan sempat menutup Stasiun Dukuh Atas BNI.

Plh Kepala Divisi Corporate Secretary MRT Jakarta, Franky Ertanto mengatakan, langkah tersebut diambil untuk menjaga kelancaran arus penumpang dan menyesuaikan situasi di lapangan. Meski demikian, operasional kereta masih tetap berjalan normal.


"Sehubungan dengan adanya peningkatan kepadatan di sekitar Stasiun MRT Jakarta, dengan ini diinformasikan penutupan sementara Entre C dan E Stasiun Dukuh Atas BNI," kata Franky.

Sementara itu hingga pukul 19.30 WIB, akses Entrance A di Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta telah kembali dibuka untuk pengguna.

MRT Jakarta memastikan layanan perjalanan tetap beroperasi seperti biasa. Penumpang masih dapat memanfaatkan akses masuk dan keluar lainnya yang tersedia di masing-masing stasiun.

Franky juga mengimbau pelanggan untuk mengikuti arahan petugas selama penyesuaian akses berlangsung guna menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.

"Seluruh pelanggan MRT Jakarta dimohon untuk tetap tenang danmengikuti arahan petugas kami di stasiun dan kereta. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanannya, keamanan dan keselamatan pelanggan tetap ,menjadi prioritas utaman kami," ujarnya.

Penyesuaian akses tersebut dilakukan di tengah aksi unjuk rasa mahasiswa di kawasan Bundaran HI.

Dalam aksinya, massa menyuarakan sejumlah tuntutan, antara lain penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih, hingga penolakan terhadap militerisme sipil.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

KPK Panggil Pejabat Perum Bulog di Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:27

DPR Terima Masukan Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan, FSP BUMN Bersatu Ikut Hadir

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:22

GOTO Bantah Didepak MSCI karena Kinerja, Sebut Keputusan Bersifat Teknis

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:17

Bos Narkoba Kampung Bahari Ditangkap Saat Penggerebekan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:11

KPK Periksa Ketua DPD PAN Jakut Bebizie Sri Mulyati di Kasus Rita Widyasari

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:05

Penangguhan Bansos Pelaku Judol Harus Beri Efek Jera

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:33

Calon Hakim Agung Hari Sih Advianto Tawarkan Desain Baru Hukum Pajak

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:28

Pemberdayaan Perempuan Lewat MBG Perkuat Kesejahteraan Keluarga

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:24

Ini Alasan MSCI Depak GOTO dari Indeks

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:20

Bantah Kejar Pajak Kontrakan, Purbaya: Nggak Ada Perintah Itu

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:17

Selengkapnya