Berita

Kuasa non-litigasi Bos Blueray Cargo John Field, Iskandar Sitorus. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

KASUS BLUERAY CARGO

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

JUMAT, 12 JUNI 2026 | 19:32 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta menindaklanjuti informasi dugaan aliran dana kasus Blueray Cargo ke pejabat Bea Cukai, Ahmad Dedi alias Dedi Congor dengan menaikkan penanganan ke tahap penyidikan.

Desakan itu disampaikan kuasa non-litigasi Bos Blueray Cargo John Field, Iskandar Sitorus usai memberikan keterangan kepada penyidik KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat, 12 Juni 2026.

Iskandar mengaku menemukan sejumlah informasi terkait dugaan aliran dana ketika menjalankan tugas berdasarkan kuasa non-litigasi dari John Field pasca operasi tangkap tangan (OTT) KPK perkara suap pengurusan impor barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).


Dari data yang dipelajarinya, Iskandar menyebut ada pemisahan nilai uang yang diduga mengalir dalam perkara tersebut.

"Dari catatan-catatan itu, sesungguhnya kan Rp90 sekian miliar, lalu itu di-split menjadi Rp61 miliaran untuk tiga tersangka suap dan Rp30 miliar untuk seseorang itu," kata Iskandar di Gedung Merah Putih KPK hari ini.

Karena itu, Iskandar berharap KPK tidak berhenti pada perkara yang sudah berjalan di pengadilan, tetapi juga menindaklanjuti informasi lain yang muncul dalam pengembangan penyidikan.

"Kami berharap agar seseorang itu juga dinaikkan dong berkasnya. Itu harapan kami," ujarnya.

Saat didesak wartawan mengenai identitas sosok yang dimaksud, Iskandar mengaitkannya dengan Ahmad Dedi.

"Iya benar, AD (Ahmad Dedi). Kan kawan-kawan sudah tahu," ucapnya.

Iskandar juga mengaku telah menyampaikan kepada penyidik bahwa dirinya menemukan bukti transfer berkaitan dengan nama tersebut saat menelaah data-data perusahaan.

"Tadi saya dipertegas ke arah situ berdasarkan surat kuasa untuk membantu perusahaan Blueray. Memang saya lihat ada bukti transfer dan ketika penyidik mengeksplor, menanyakan saya, saya harus jujur mengatakan memang ada," jelasnya.

Iskandar bahkan mengaku diminta penyidik untuk menyerahkan dokumen yang berkaitan dengan informasi tersebut. Dokumen tersebut akan diserahkan ke KPK pada Rabu pekan depan.

Saat persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, John Field mengaku telah menyetorkan uang Rp30 miliar kepada Dedi Congor selaku pejabat di DJBC.

Awalnya, kuasa hukum John mempertanyakan adanya selisih nilai setoran yang terungkap dalam penyidikan dan surat dakwaan. Dalam penyidikan disebutkan total setoran mencapai Rp91 miliar, sedangkan dalam dakwaan tercatat Rp61 miliar.

“Bisa Bapak jelaskan Rp91 miliar kurang Rp61 miliar berarti ada Rp30 miliar lagi, Pak. Bisa Bapak jelaskan tentang yang Rp30 miliar ini pemberian kepada siapa?” tanya kuasa hukum.

“Ini Ahmad Dedi ya?” lanjutnya memastikan.

“Iya, Ahmad Dedi ya,” jawab John.

John menjelaskan, uang tersebut tidak diserahkan langsung kepada Ahmad Dedi. Penyerahan dilakukan melalui seorang staf bernama Alex yang disebut menjadi perantara.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya