Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Rupiah Menguat Rp17.860, IHSG Ikut Ngacir Tembus Level 6.000

JUMAT, 12 JUNI 2026 | 17:18 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Mata uang Garuda menguat di akhir pekan ini. Nilai tukar Rupiah sukses ditutup menguat tajam dan menjauhi zona merah ke posisi Rp17.860 per Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (12/6) sore.

Mengutip data Bloomberg, mata uang Garuda itu tercatat melesat 128 poin atau menguat 0,71 persen di akhir perdagangan pekan ini.

Bank Indonesia (BI) mengklaim, penguatan Rupiah dampak positif setelah bank sentral berani mengambil langkah mengerek suku bunga acuan atau BI-Rate menjadi 5,50 persen.


Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengungkapkan bahwa para investor menyambut baik bauran kebijakan moneter tersebut.

Hal ini, kata Ramdan, tercermin dari derasnya aliran modal asing yang kembali membanjiri sejumlah instrumen keuangan domestik.

"Pasca kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen, serta penguatan imbal hasil SRBI dan SBN, investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan tersebut," ujar Ramdan kepada redaksi.

Menurutnya, minat investor asing terlihat nyata dari lonjakan aliran dana masuk ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) usai lelang pada Rabu, 10 Juni 2026 lalu.

"Aliran masuk modal asing juga mulai kembali terjadi di pasar SBN, terutama pada tenor pendek dan menengah," jelasnya.

Masuknya dana segar dari para pemodal asing inilah yang menjadi vitamin bagi penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS hingga sukses keluar dari tekanan.

"Sejalan dengan perkembangan tersebut, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS terus mengalami penguatan dan kembali berada di bawah level Rp18.000 per Dolar AS," tegas Ramdan.

Kabar baik tidak hanya datang dari kurs Rupiah. Di lantai bursa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut ketularan sentimen positif dan ditutup melesat 121,6 poin atau terbang 2,07 persen ke posisi 6.007.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan indeks sepanjang hari ini bergerak perkasa dengan level tertinggi mencapai 6.074 dan terendah di level 5.952.

Warna hijau mendominasi jalannya pasar, di mana sebanyak 618 saham tercatat menguat, 108 saham keok, sementara 93 saham lainnya stagnan alias jalan di tempat.

Aktivitas perdagangan jelang akhir pekan ini terpantau sangat bergairah. Nilai transaksi sore ini tembus Rp21 triliun dengan volume perdagangan raksasa sebanyak 37 miliar saham, serta frekuensi transaksi mencapai 2,4 juta kali.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya