Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: RMOL/Alifia)
Mata uang Garuda menguat di akhir pekan ini. Nilai tukar Rupiah sukses ditutup menguat tajam dan menjauhi zona merah ke posisi Rp17.860 per Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (12/6) sore.
Mengutip data Bloomberg, mata uang Garuda itu tercatat melesat 128 poin atau menguat 0,71 persen di akhir perdagangan pekan ini.
Bank Indonesia (BI) mengklaim, penguatan Rupiah dampak positif setelah bank sentral berani mengambil langkah mengerek suku bunga acuan atau BI-Rate menjadi 5,50 persen.
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengungkapkan bahwa para investor menyambut baik bauran kebijakan moneter tersebut.
Hal ini, kata Ramdan, tercermin dari derasnya aliran modal asing yang kembali membanjiri sejumlah instrumen keuangan domestik.
"Pasca kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen, serta penguatan imbal hasil SRBI dan SBN, investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan tersebut," ujar Ramdan kepada redaksi.
Menurutnya, minat investor asing terlihat nyata dari lonjakan aliran dana masuk ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) usai lelang pada Rabu, 10 Juni 2026 lalu.
"Aliran masuk modal asing juga mulai kembali terjadi di pasar SBN, terutama pada tenor pendek dan menengah," jelasnya.
Masuknya dana segar dari para pemodal asing inilah yang menjadi vitamin bagi penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS hingga sukses keluar dari tekanan.
"Sejalan dengan perkembangan tersebut, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS terus mengalami penguatan dan kembali berada di bawah level Rp18.000 per Dolar AS," tegas Ramdan.
Kabar baik tidak hanya datang dari kurs Rupiah. Di lantai bursa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut ketularan sentimen positif dan ditutup melesat 121,6 poin atau terbang 2,07 persen ke posisi 6.007.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan indeks sepanjang hari ini bergerak perkasa dengan level tertinggi mencapai 6.074 dan terendah di level 5.952.
Warna hijau mendominasi jalannya pasar, di mana sebanyak 618 saham tercatat menguat, 108 saham keok, sementara 93 saham lainnya stagnan alias jalan di tempat.
Aktivitas perdagangan jelang akhir pekan ini terpantau sangat bergairah. Nilai transaksi sore ini tembus Rp21 triliun dengan volume perdagangan raksasa sebanyak 37 miliar saham, serta frekuensi transaksi mencapai 2,4 juta kali.