Berita

Gedung Bank Indonesia (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

BI Klaim Rupiah Makin Menguat Usai Kerek Suku Bunga ke 5,5 Persen

JUMAT, 12 JUNI 2026 | 13:47 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) mengklaim nilai tukar Rupiah terus menguat setelah bank sentral menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate menjadi 5,50 persen.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan investor menyambut positif bauran kebijakan moneter. Hal ini, kata Ramdan tercermin dari meningkatnya aliran modal asing ke sejumlah instrumen keuangan domestik.

"Pasca kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen, serta penguatan imbal hasil SRBI dan SBN, investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan tersebut," kata Ramdan dalam keterangannya, Jumat, 12 Juni 2026.


Menurutnya, minat investor asing terlihat dari meningkatnya aliran dana masuk ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) setelah lelang SRBI pada 10 Juni 2026.

"Aliran masuk modal asing juga mulai kembali terjadi di pasar SBN, terutama pada tenor pendek dan menengah," jelasnya.

Ramdan menambahkan, perkembangan tersebut turut mendorong penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

"Sejalan dengan perkembangan tersebut, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS terus mengalami penguatan dan kembali berada di bawah level Rp18.000 per Dolar AS," ujarnya.

Ramdan menegaskan bank sentral akan terus memantau perkembangan pasar keuangan global maupun domestik untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mempertahankan daya tarik instrumen keuangan dalam negeri.

"Bank Indonesia juga akan terus mengoptimalkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui intervensi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik secara konsisten dan terukur," pungkasnya.

Mengutip data Bloomberg hingga pukul 13.00 WIB, nilai tukar Rupiah menguat 61 poin atau 0,34 persen ke Rp17.927 per Dolar AS.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya