Berita

Seruan aksi BEM UI di bundaran Hotel Indonesia (HI). (Foto: Instagram BEM UI)

Politik

Tuntutan Demo Mahasiswa Bisa Korbankan Program Rakyat

JUMAT, 12 JUNI 2026 | 10:11 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Aspirasi mahasiswa yang menuntut penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) sekaligus penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai sorotan tajam.

Sejumlah kalangan menilai, tuntutan terkait kondisi ekonomi memang patut dihormati. Namun, mendesak penghentian program yang menyasar kebutuhan perut rakyat kecil justru dianggap keliru dan berpotensi merugikan kelompok yang paling membutuhkan.

Saat ini, pemerintah sendiri tengah melakukan penataan menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG. Langkah ini diambil agar program andalan tersebut berjalan lebih efisien, tepat sasaran, dan tidak membobol keuangan negara.


Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi bahkan mengungkap hasil evaluasi menunjukkan adanya peluang penghematan anggaran yang cukup signifikan, tanpa mengurangi kualitas gizi untuk masyarakat.

"Bukan pemangkasan, tetapi dari hasil perhitungan kami meyakini akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari program makan bergizi gratis ini," ujar Prasetyo kepada wartawan, Kamis, 11 Juni 2026.

Menurutnya, pemerintah sedang membenahi carut-marut tata kelola, termasuk menata kembali Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar distribusi layanan lebih efektif dan sesuai kebutuhan daerah.

Kendati ada perbaikan sistem, Istana memastikan pelayanan kepada penerima manfaat sama sekali tidak akan terganggu.

"Yang sudah berjalan tetap berjalan, tidak boleh ada gangguan. Yang sudah baik pun harus tetap diawasi supaya kualitasnya terjaga," tegas Prasetyo.

Selain efisiensi anggaran, pemerintah juga memperluas fokus program ke kelompok rentan lain, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

BBM Subsidi Aman

Bukan hanya soal makan gratis, keluhan mengenai sektor energi juga langsung dijawab oleh kabinet Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menggaransi tidak ada kenaikan harga untuk BBM subsidi maupun LPG 3 kg.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, kebijakan tersebut merupakan titah langsung dari Presiden Prabowo demi membentengi daya beli masyarakat yang sedang lesu.

"Atas perintah Presiden Republik Indonesia, sebagai Menteri ESDM, untuk BBM subsidi dan LPG subsidi tidak ada kenaikan," cetus Bahlil.

Mantan Kepala BKPM ini menambahkan, subsidi energi harus tetap dipertahankan sebagai tameng perlindungan bagi rakyat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga minyak dunia.

Pemerintah sadar betul stabilitas harga energi sangat krusial untuk menjaga urat nadi transportasi, logistik, dan harga kebutuhan pokok agar tidak meroket.

Jurus Stabilisasi Nilai Tukar

Di sisi lain, pemerintah juga meracik berbagai stimulus ekonomi anyar guna menjaga pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya terus memelototi pergerakan inflasi dan kondisi pasar pasca-penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

"Sedang disiapkan (stimulus). Ya, kalau udah diputus baru dikasih tahu. Laporin Presiden juga," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan.

Menanggapi keluhan kelas menengah terkait kenaikan harga Pertamax dan dongkrakan suku bunga acuan (BI-Rate) baru-baru ini, Airlangga menyebut hal itu sebagai proses stabilisasi nilai tukar Rupiah.

“Pak kenaikan harga pertamax dan BI-Rate naik, suku bunga naik, makin menekan masyarakat kelas menengah gak? Ya, kan itu stabilisasi. Nanti kalau kalau dolarnya turun terus protes. dolarnya di rem, ah, protes juga,” ujarnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya