Berita

Masyarakat sedang berbelanja di sebuah mall di Tangsel (Foto: RMOL/Reni Erina)

Nusantara

Target Baru 2027: Tak Ada Lagi Kemiskinan Ekstrem di Indonesia

JUMAT, 12 JUNI 2026 | 07:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah dan DPR RI menyepakati target ambisius untuk menghapus kemiskinan ekstrem hingga mencapai nol persen pada 2027. 

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) yang akan menjadi dasar penyusunan RAPBN 2027.

Selain kemiskinan ekstrem, tingkat kemiskinan nasional juga ditargetkan terus menurun hingga berada pada kisaran 6 persen sampai 6,5 persen.


Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan target tersebut merupakan hasil kesepakatan Panitia Kerja (Panja) Pertumbuhan yang dibahas bersama pemerintah.

“Tingkat kemiskinan berada pada kisaran 6,0 persen hingga 6,5 persen. Kemiskinan ekstrem ditargetkan 0 persen,” ujar Misbakhun dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI bersama pemerintah, Kamis 11 Juni 2026. 

Target tersebut menunjukkan fokus pemerintah dan DPR untuk mempercepat perbaikan kesejahteraan masyarakat di tengah upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Tidak hanya menargetkan penurunan angka kemiskinan, pemerintah juga menetapkan sasaran tingkat pengangguran terbuka pada kisaran 4,30 persen hingga 4,87 persen pada 2027. Langkah ini diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.

Dari sisi ekonomi secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi nasional dipatok pada rentang 5,8 persen hingga 6,5 persen. Pemerintah menilai pertumbuhan yang lebih tinggi akan menjadi faktor penting dalam mendorong penyerapan tenaga kerja dan mengurangi kemiskinan.

Misbakhun menegaskan seluruh hasil pembahasan Panja telah mendapat persetujuan dari Komisi XI DPR RI dan pemerintah.

“Dengan adanya kesepakatan tersebut, saya nyatakan kesimpulan rapat ini disepakati dan ditetapkan,” katanya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan mengawal pelaksanaan berbagai program prioritas agar target sosial dan ekonomi tersebut dapat tercapai sesuai rencana.

Menurutnya, keberhasilan menekan kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi akan menjadi fondasi penting bagi agenda pembangunan nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya