Berita

Ilustrasi Puncak Kemarau 2026 Menurut BMKG (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Kapan Puncak Musim Kemarau 2026? Ini Prediksi BMKG

KAMIS, 11 JUNI 2026 | 18:02 WIB | OLEH: TIFANI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan berlangsung pada periode Juli hingga September 2026. Musim kemarau tahun ini diperkirakan memiliki karakter lebih kering dari kondisi normal di sebagian besar wilayah Indonesia.

Mengutip laman resmi BMKG, puncak musim kemarau pada Agustus 2026 diperkirakan mencakup 429 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia. Jakarta menjadi salah satu daerah yang diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada periode tersebut.

Sementara itu, sekitar 12,6 persen zona musim diperkirakan mengalami puncak kemarau lebih awal pada Juli 2026. Wilayah yang terdampak meliputi sebagian Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, serta sebagian kecil wilayah Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua bagian barat.


Pada Agustus, kondisi kering diperkirakan mendominasi Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, seluruh Bali dan Nusa Tenggara, serta sebagian wilayah Maluku dan Papua. Puncak musim kemarau pada September diprediksi terjadi di sekitar 14,3 persen zona musim. 

Wilayah yang mengalaminya meliputi sebagian Lampung, sebagian kecil Jawa, sebagian besar Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi bagian utara dan timur, sebagian besar Maluku Utara, serta sebagian kecil Papua. BMKG juga memproyeksikan musim kemarau 2026 akan bersifat Bawah Normal atau lebih kering dari rata-rata di 451 ZOM, setara 64,5 persen wilayah Indonesia. 

Sementara itu, sebanyak 245 ZOM atau 35,1 persen wilayah diperkirakan mengalami kondisi kemarau Normal. Hanya tiga ZOM yang berada di Gorontalo dan Sulawesi Tenggara yang berpotensi mengalami musim kemarau Atas Normal atau lebih basah dibandingkan rata-rata klimatologisnya. 

Jumlah tersebut setara dengan 0,4 persen dari total zona musim nasional. Selain itu, BMKG memprediksi suhu udara di Jakarta akan terasa lebih panas dan gerah pada September hingga Oktober 2026. 

Sebelum periode tersebut, yakni pada Juli dan Agustus, kondisi udara cenderung lebih kering akibat minimnya curah hujan dan menurunnya tingkat kelembapan udara.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya