Berita

Ilustrasi

Politik

Fundamental Ekonomi Masih Kuat Meski Rupiah dan IHSG Tertekan

KAMIS, 11 JUNI 2026 | 14:46 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pelemahan nilai tukar rupiah dan tekanan yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini disorot Anggota Komisi XI DPR RI, Habib Idrus Al-Jufri.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu menilai fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang relatif kuat. Berbagai indikator ekonomi makro menunjukkan kondisi perekonomian nasional masih berada pada jalur yang aman meskipun pasar keuangan tengah menghadapi tekanan.

“Kalau melihat fundamental ekonomi Indonesia saat ini, saya melihat masih cukup baik. Defisit anggaran kita masih sekitar 0,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dan itu masih tergolong aman,” ujar Habib Idrus, dikutip Kamis, 11 Juni 2026.


Meski demikian, ia mengakui pelemahan rupiah dan penurunan IHSG perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Menurut dia, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat memengaruhi kepercayaan pasar dan aktivitas ekonomi nasional.

Habib Idrus mengatakan tekanan terhadap rupiah tidak bisa dilihat hanya dari satu indikator semata. Selain kondisi pasar modal dan nilai tukar, pemerintah juga perlu memperhatikan permintaan terhadap rupiah di pasar internasional serta minat investor terhadap instrumen investasi di Indonesia.

“Kita tidak bisa melihat pelemahan rupiah hanya dari sisi IHSG atau PDB saja. Permintaan rupiah di pasar internasional juga harus menjadi perhatian, begitu juga dengan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia,” katanya.

Ia menilai meningkatnya ketergantungan terhadap impor dan penggunaan dolar AS dalam transaksi ekonomi perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah.

“Jangan sampai impor kita semakin tinggi, penggunaan dolar semakin besar, sementara kepercayaan publik terhadap rupiah justru menurun. Itu yang tidak kita harapkan,” ujar Habib Idrus.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya