Berita

Ilustrasi SPBU. (Foto: RMOL)

Politik

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

KAMIS, 11 JUNI 2026 | 13:30 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamina jenis Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter menuai beragam respons, termasuk dari kalangan ekonom.

Ekonom Dipo Satria Ramli menilai kenaikan harga Pertamax kali ini cukup mengejutkan karena diumumkan secara mendadak dan besarnya kenaikan dinilai cukup memberatkan masyarakat.

"Kenaikan harga Pertamax cukup mengagetkan buat banyak orang. Kok dinaikkan malam-malam, sepertinya cukup dadakan," kata Dipo Satria Ramli lewat video singkatnya di kanal Youtube, Kamis, 11 Juni 2026.


Menurutnya, lonjakan harga yang mencapai sekitar 30 persen merupakan beban yang tidak ringan bagi siapa pun. Dipo melihat risiko terbesar dari kebijakan tersebut adalah terjadinya perpindahan konsumen secara besar-besaran dari Pertamax ke Pertalite yang harganya jauh lebih murah, yakni sekitar Rp10.000 per liter.

Ia menilai selisih harga yang terlalu lebar antara Pertalite dan Pertamax berpotensi mendorong masyarakat mencari alternatif yang lebih ekonomis. 

"Sekarang dengan harga Rp16.000, loncatannya begitu besar," katanya.

Kondisi tersebut, lanjut Dipo, berpotensi meningkatkan beban subsidi pemerintah apabila jumlah pengguna Pertalite melonjak signifikan. Meski pemerintah telah menerapkan berbagai mekanisme pengawasan dan pembatasan pembelian Pertalite, ia menilai perpindahan konsumen tetap sulit dihindari.

"Pada akhirnya ini bisa menyulitkan pemerintah. Memang saat ini pemerintah sudah memiliki sistem yang lebih baik untuk Pertalite, ada aplikasi dan proses verifikasi. Tetapi saya rasa banyak yang akan berpindah ke Pertalite," tuturnya.

Selain beralih ke BBM bersubsidi, Dipo juga melihat sebagian masyarakat dapat mempertimbangkan penggunaan kendaraan listrik sebagai alternatif untuk menekan pengeluaran transportasi di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi.

"Pilihan lainnya adalah beralih ke listrik sekalian," pungkasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya