Berita

Toko ritel. (Foto: RMOL)

Bisnis

Penjualan Ritel Merosot 11,6 Persen pada April 2026

KAMIS, 11 JUNI 2026 | 13:01 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kinerja penjualan ritel nasional melemah pada April 2026 setelah berakhirnya momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. 

Survei Bank Indonesia (BI) mencatat, Indeks Penjualan Riil (IPR) hanya mencapai 226,9 atau terkontraksi 3,7 persen secara tahunan (yoy).

Angka tersebut berbalik arah dari Maret 2026 yang masih mencatat pertumbuhan 3,4 persen yoy. Pelemahan ini juga menjadi yang terdalam sejak Mei 2023 atau hampir tiga tahun terakhir.


Secara bulanan (mtm), penjualan eceran pada April 2026 merosot 11,6 persen. Penurunan itu jauh lebih dalam dibandingkan Maret yang masih tumbuh 10,3 persen mtm.

“Penurunan terjadi pada mayoritas cakupan kelompok dengan kontraksi terdalam pada Kelompok Barang Lainnya (-16,6 persen, mtm); Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi (-12,5 persen, mtm); dan Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (-12,3 persen, mtm),” tulis BI dalam laporannya, Kamis 11 Juni 2026.

BI menjelaskan, kontraksi penjualan ritel terjadi seiring normalisasi konsumsi masyarakat setelah berakhirnya periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yakni Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah yang pada tahun ini berlangsung pada Maret 2026.

“Kinerja penjualan menurun sejalan dengan normalisasi permintaan masyarakat setelah periode HBKN Ramadan dan Idulfitri 1447 H,” kata BI.

Meski demikian, kondisi penjualan eceran diperkirakan mulai membaik pada Mei 2026. BI memperkirakan IPR berada di level 225 atau masih mengalami penurunan 0,9 persen yoy. 

Namun, penurunannya jauh lebih landai dibandingkan April karena adanya dorongan permintaan selama libur Kenaikan Yesus Kristus, Hari Raya Waisak, dan Iduladha.

“Ditopang terutama oleh peningkatan penjualan secara tahunan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan Barang Lainnya,” sambungnya.

Sementara itu, BI memperkirakan tekanan inflasi dalam jangka pendek masih relatif terkendali. Hal itu tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli 2026 yang berada di level 175,8, relatif stabil dibandingkan IEH Juni sebesar 175,6.

Namun, ekspektasi harga untuk enam bulan mendatang menunjukkan tren meningkat. IEH Oktober 2026 diperkirakan mencapai 167,6, lebih tinggi dibandingkan IEH September sebesar 163,2. Kenaikan tersebut didorong oleh proyeksi naiknya harga bahan baku.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya