Berita

Ketua Umum Bulungan Bergerak 02, Freeghard Timmy. (Foto: istimewa)

Politik

Kenaikan Pertamax Pilihan Sulit Pemerintah Akibat Penutupan Selat Hormuz

KAMIS, 11 JUNI 2026 | 10:31 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamina jenis Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter yang diumumkan Pertamina Patra Niaga pada 10 Juni 2026 menuai beragam tanggapan dari masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Bulungan Bergerak 02, Freeghard Timmy, menilai kenaikan harga Pertamax justru mencerminkan rasa keadilan bagi masyarakat. Menurutnya, pemerintah tetap memberikan perlindungan kepada kelompok berpenghasilan rendah melalui ketersediaan BBM bersubsidi dengan harga yang lebih terjangkau.

"Hal ini dikarena Masyarakat bawah masih ada BBM Subsidi seharga 10.000 per liternya," katanya, Kamis, 11 Juni 2026.


Freeghard Timmy mengungkapkan bahwa sejumlah negara telah lebih dulu menaikkan harga bahan bakar, baik yang bersubsidi maupun nonsubsidi, sebagai dampak krisis energi global yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah dan terganggunya Selat Hormuz.

Menurutnya, kebijakan pemerintah bersama Pertamina dalam menyesuaikan harga BBM nonsubsidi bertujuan menjaga ketepatan sasaran subsidi energi. 

Dengan demikian, masyarakat berpenghasilan rendah tetap dapat menikmati BBM bersubsidi, sementara pengguna kendaraan dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi diarahkan menggunakan BBM nonsubsidi yang mengikuti mekanisme pasar.

Ia menambahkan, kondisi tersebut juga dapat mendorong masyarakat untuk mulai mempertimbangkan penggunaan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, termasuk beralih ke kendaraan listrik yang dinilai lebih hemat dalam jangka panjang.

"Kebijakan pemerintah yang melahirkan kebaikan bagi masyarakat luas wajib didukung, buktinya hasil survei masih menempatkan kepuasan Masyarakat di atas 72 persen dengan kinerja Prabowo Gibran," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya