Berita

Ilustrasi SPBU. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Ekonom: Kenaikan Pertamax Wajar, Harga RON 92 Indonesia Masih Rendah

KAMIS, 11 JUNI 2026 | 10:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kenaikan harga Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter dinilai masih wajar jika dibandingkan dengan harga bahan bakar sejenis di sejumlah negara Asia Tenggara.

Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, mengatakan penyesuaian harga Pertamax merupakan langkah realistis di tengah meningkatnya tekanan fiskal akibat lonjakan harga minyak dunia serta ketidakpastian geopolitik global.

Menurut Fahmy, Pertamax merupakan bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang harga jualnya memang ditentukan berdasarkan mekanisme pasar dan harga keekonomian.


"Saya kira RON 92 atau Pertamax itu sebetulnya BBM non-subsidi. Harganya biasa ditetapkan berdasarkan mekanisme pasar, sesuai dengan harga keekonomian," kata Fahmy saat dihubungi RMOL, Kamis, 11 Juni 2026.

Dengan asumsi nilai tukar Rp18.100 per dolar Amerika Serikat (AS), harga Pertamax di Indonesia masih lebih murah dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Di Singapura, harga BBM setara RON 92 mencapai 2,38 dolar AS per liter atau sekitar Rp43.100 per liter. Sementara di Filipina harganya mencapai 1,52 dolar AS per liter atau sekitar Rp27.500 per liter. Adapun di Kamboja dan Thailand, harga BBM setara RON 92 berada di kisaran 1,25 dolar AS per liter atau sekitar Rp22.600 per liter.

Berdasarkan perbandingan tersebut, Fahmy menilai kebijakan pemerintah yang menahan kenaikan harga Pertamax sejak Maret 2026 telah membantu meredam dampak ekonomi bagi masyarakat.

Namun, seiring meningkatnya beban kompensasi yang harus dibayarkan kepada PT Pertamina, ruang fiskal pemerintah semakin terbatas sehingga penyesuaian harga dinilai tidak dapat dihindari.

"Tidak bisa ditahan lagi oleh pemerintah untuk mempertahankan harga Pertamax agar tidak naik, karena beban fiskalnya semakin berat," ujarnya.

Fahmy menambahkan, kenaikan harga Pertamax berpotensi mengurangi tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Meski demikian, efektivitas kebijakan tersebut sangat bergantung pada kemampuan pemerintah mengendalikan perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite yang masih dijual dengan harga Rp10.000 per liter.

Ia mengingatkan bahwa selisih harga yang semakin lebar dapat mendorong sebagian pengguna Pertamax beralih ke BBM bersubsidi.

Karena itu, pemerintah perlu memperkuat regulasi dan pengawasan agar subsidi energi tetap tepat sasaran, sekaligus memastikan tujuan penghematan fiskal dapat tercapai.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya