Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Tertekan, Kospi Ambruk

KAMIS, 11 JUNI 2026 | 08:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Kamis, dengan pasar Korea Selatan memimpin penurunan di tengah meningkatnya kehati-hatian investor terhadap perkembangan geopolitik global.

Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 4,1 persen pada awal perdagangan. Sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 2,8 persen 

Di Jepang, indeks Nikkei 225 merosot 2,3 persen, sedangkan indeks Topix melemah 1,9 persen.


Pasar Australia juga bergerak di zona merah. Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 0,97 persen pada perdagangan pagi.

Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong diperdagangkan di level 24.307, lebih rendah dibandingkan penutupan hari Rabu yang berada di 24.407,96. Kondisi ini mengindikasikan pasar Hong Kong berpotensi dibuka melemah.

Pelemahan mayoritas bursa Asia terjadi setelah sentimen pasar global memburuk akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Investor cenderung mengurangi kepemilikan aset berisiko di tengah kekhawatiran konflik yang lebih luas dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan pasokan energi dunia.

Kekhawatiran tersebut juga mendorong harga minyak dunia kembali naik setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran dengan "sangat keras" jika tidak tercapai kesepakatan damai antara kedua negara. 

Di saat yang sama, Wall Street juga ditutup melemah tajam. Tekanan datang dari meningkatnya ketegangan AS-Iran serta berlanjutnya aksi jual pada saham-saham teknologi, terutama sektor semikonduktor.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya