Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Logam Mulia Tertekan, Emas dan Perak Sentuh Level Terendah

KAMIS, 11 JUNI 2026 | 07:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga logam mulia kembali melemah pada akhir perdagangan Rabu 10 Juni 2026 seiring meredanya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Harga emas turun mendekati 4.100 Dolar AS per ons, level terendah sejak akhir November 2025. Sementara itu, perak merosot ke kisaran 64,5 Dolar AS per ons, terendah sejak Desember tahun lalu. Palladium juga bertahan di sekitar 1.250 Dolar AS per ons, dekat titik terendah dalam delapan bulan terakhir.

Tekanan terhadap logam mulia muncul setelah data inflasi AS menunjukkan kenaikan harga konsumen sesuai dengan ekspektasi pasar. Inflasi tahunan pada Mei mencapai 4,2 persen, tertinggi sejak April 2023, terutama dipicu lonjakan biaya energi. Inflasi inti juga naik menjadi 2,9 persen, level tertinggi dalam tujuh bulan.


Data tersebut membuat pelaku pasar sedikit mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Setelah laporan ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan pekan lalu, pasar bahkan masih memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang.

Di sisi lain, konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah kedua negara melancarkan serangan baru. Meningkatnya risiko geopolitik mendorong harga minyak naik dan memperbesar kekhawatiran inflasi, sehingga memperkuat prospek kebijakan moneter yang lebih ketat dan mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti logam mulia.

Khusus palladium, tekanan juga datang dari melemahnya permintaan industri otomotif akibat percepatan transisi menuju kendaraan listrik yang mengurangi penggunaan konverter katalitik. Meski demikian, penurunan harga palladium masih tertahan oleh pasokan global yang ketat, terutama akibat gangguan produksi di Afrika Selatan dan ketidakpastian ekspor dari Rusia.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya