Berita

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan serangan tambahan terhadap Iran (Unggahan akun X @CENTCOM)

Dunia

AS Kembali Menggempur Wilayah Iran

KAMIS, 11 JUNI 2026 | 07:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran pada Rabu, 10 Juni 2026, waktu setempat.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukannya telah memulai serangan tambahan ke sejumlah target di Iran atas arahan Presiden Donald Trump.

Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial X, CENTCOM menyebut operasi tersebut sebagai tindakan "pertahanan diri" yang dilakukan sebagai respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai agresi Iran yang terus berlanjut.


"Pasukan Komando Pusat AS mulai melancarkan serangan pertahanan diri tambahan hari ini pukul 17.15 waktu Timur AS (ET) terhadap beberapa target di Iran atas arahan Panglima Tertinggi," tulis CENTCOM, dikutip Kamis, 11 Juni 2026.

"Serangan-serangan tersebut merupakan tanggapan terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan terus berlanjut," lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan bahwa operasi militer yang direncanakan akan menyasar sejumlah fasilitas penting di Iran. Ia juga memperingatkan bahwa serangan yang akan dilakukan dalam beberapa jam ke depan akan berlangsung dengan kekuatan penuh.

"Komando Pusat akan sibuk malam ini karena Presiden Trump mengatakan kita akan menyerang Iran dengan keras, dan kita akan melakukannya," kata Hegseth kepada wartawan di Pangkalan Angkatan Udara MacDill, Tampa, Florida.

Keputusan Trump untuk meningkatkan operasi militer diambil setelah Iran menembak jatuh helikopter Apache AS pada awal pekan ini. Langkah tersebut semakin memperburuk ketegangan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan sejak rangkaian serangan Israel dan AS terhadap Iran pada akhir Februari, yang kemudian memicu aksi balasan dan konfrontasi militer di kawasan.

Di sisi lain, media Iran melaporkan serangkaian ledakan dan serangan udara di wilayah selatan negara itu pada Kamis pagi, bertepatan dengan dimulainya gelombang serangan terbaru AS.

Televisi pemerintah Iran menyebut lima "proyektil musuh" menghantam sebuah lokasi di kawasan Kargan, Kota Minab, Provinsi Hormozgan. Ledakan juga dilaporkan terjadi di Bandar Abbas, sementara aktivitas pertahanan udara dan ledakan terdengar di Jask, Qeshm, dan Sirik.

Perkembangan tersebut terjadi setelah CENTCOM mengonfirmasi bahwa pasukan AS telah memulai serangan tambahan terhadap sejumlah target di Iran sebagai respons atas apa yang disebut Washington sebagai "agresi berkelanjutan" dari Teheran.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya