Berita

Kolase Presiden Prabowo Subianto bersama Dedi Mulyadi dan Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Survei Adidaya Institute:

Prabowo Capres Terpopuler 2029, KDM dan AHY Nyodok Cawapres

KAMIS, 11 JUNI 2026 | 05:29 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Survei Adidaya Institute mengeluarkan hasil survei yang mengulas elektabilitas calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada 2029. 

Dalam survei, Prabowo Subianto masih menjadi capres dengan popularitas tertinggi dengan angka sebesar 96,6 persen. Popularitas Prabowo kemudian diikuti Gibran Rakabuming (92,7 persen), Anies Baswedan (91,5 persen), Dedi Mulyadi (90,4 persen) dan Ganjar Pranowo  
 
“Pada sisi elektabilitas juga demikian. Jika pilpres 2029 dilakukan hari ini, sebanyak 32,6 persen responden dengan mantap memilih Prabowo Subianto. Disusul berikutnya oleh Dedi Mulyadi sebanyak 14,2 persen responden, Anies Baswedan 10,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 3,5 persen dan Ganjar Pranowo 2,8 persen,” kata Direktur Politik dan Kebijakan Publik Adidaya Institute Ahmad Fadhli dalam keterangan pers yang diterima redaksi di Jakarta pada Rabu, 10 Juni 2026.   
 

 
“Kita tidak bisa menolak kenyataan ini. Dalam situasi yang mungkin tidak menguntungkan ini, Prabowo Subianto justru masih menjadi calon presiden terkuat dengan popularitas dan elektabilitas tertinggi. Ini tentu karena kepercayaan rakyat kepada Presiden Prabowo,” tambahnya.   
 
Sementara itu, Gibran Rakabuming Raka justru tidak menjadi cawapres dengan elektabilitas tertinggi. Mengacu pendapat responden, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM malah menjadi cawapres dengan raihan elektabilitas tertinggi sebesar 23,9 persen. 

Posisi selanjutnya kemudian diisi AHY dengan raihan elektabilitas sekitar 13,8 persen dan Gibran Rakabuming yang memiliki elektabilitas sebesar 13,7 persen. 
 
“Dengan elektabilitas yang cukup besar, KDM dan AHY bisa menjadi kuda hitam dalam opsi pencalonan Cawapres di Pilpres mendatang. Ini harus jadi early warning bagi mas Gibran,” ucap Fadhli.  
 
Senada dengan popularitas dan elektabilitas Capres Prabowo Subianto yang tinggi, Gerindra menjadi partai politik yang memiliki tingkat keterpilihan (elektabilitas) tertinggi jika pemilu legislatif dilakukan pada saat ini. 

Gerindra berhasil meraih elektabilitas sebanyak 30.5 persen, disusul oleh PDIP yang mendapatkan elektabilitas sebesar 11,5 persen dan PKS dengan raihan elektabilitas sekitar 9,1 persen. Fadhli pun menduga raihan elektabilitas Gerindra tersebut  memiliki keterkaitan dengan keberhasilan sejumlah program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo seperti MBG, KDKMP dan CKG.
 
“Saya kira raihan elektabilitas Gerindra memang tidak dapat dipisahkan dengan elektabilitas Prabowo Subianto. Karena dalam pandangan masyarakat, keberhasilan pemerintahan Prabowo tentu merupakan bagian dari keberhasilan Gerindra. Di level bawah (akar rumput), kader dan kekuatan partai Gerindra menjadi penopang pelaksanaan program-program pemerintahan Presiden Prabowo,” tutur dia.   
 
Untuk diketahui, survei Adidaya Institute dilakukan dengan tatap muka (offline) pada 1-8 Mei 2026 dengan melibatkan 1.240 responden. Survei dilaksanakan kepada seluruh responden yang tersebar di 38 provinsi dengan mengambil waktu kurang lebih sekitar 15 menit. 
 
Survei ini kembali menggunakan metode probability sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Adidaya Institute bahkan menggunakan quality control yang sangat ketat kepada responden dengan melakukan upload foto dan memberikan share location dengan google maps.
 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya