Berita

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriyansyah Noor (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Hukum

Wamenaker Afriansyah Bantah Terlibat Kasus BGN Meski Anaknya Mitra MBG

RABU, 10 JUNI 2026 | 21:51 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor akhirnya buka suara setelah namanya ikut dikaitkan dalam pusaran isu dugaan korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).

Nama Afriansyah mendadak jadi sorotan usai beredar daftar pejabat yang diduga tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya.

Menanggapi hal itu, Afriansyah secara tegas membantah terlibat dalam proyek program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun ia tak menampik putranya ikut serta sebagai mitra pelaksana program tersebut.


Ia menjelaskan, sang anak murni mendaftarkan usaha katering miliknya melalui aplikasi resmi yang disediakan BGN, tanpa ada campur tangan dari dirinya.

"Anak saya memang memiliki usaha catering yang sudah berjalan cukup lama. Ketika program MBG dibuka, dia mendaftar sebagai mitra untuk ikut menyukseskan program pemerintah tersebut," ujar Afriansyah dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar, Rabu, 10 Juni 2026.

Afriansyah membeberkan, pada tahap awal program MBG bergulir, kuota kemitraan masih terbuka lebar. Hal inilah yang membuat sang anak tertarik ikut mendaftar sesuai mekanisme yang berlaku di BGN.

Namun dalam perjalanannya, proses verifikasi yang diajukan sejak Desember 2025 atau Januari 2026 itu sempat mandek dan belum ada kejelasan hingga Mei 2026.

Alasan itulah yang membuat anaknya berinisiatif menghadap langsung pihak BGN untuk menanyakan kejelasan izin tambahan. Di sanalah sang anak bertemu Kepala BGN Dadan Hindaya dan Wakil Kepala BGN saat itu, Sony Sonjaya.

Dalam pertemuan tersebut, Afriansyah mengklaim anaknya bergerak secara profesional dan sama sekali tidak menjual atau mendompleng nama sang ayah sebagai Wamenaker.

"Anak saya menghadap, ketemulah dengan kepala BGN melalui wakil kepalanya Pak Soni waktu itu di awal Mei. Nah dia tahu anak saya ini bahwa putranya pak Wamenaker, tetapi anak saya tidak memakai nama saya, dia prosedural saja," ungkapnya.

Setelah pertemuan tersebut, perizinan katering anaknya baru diverifikasi dan mendapatkan persetujuan berupa 'klik biru' dari Wakil Kepala BGN pada bulan Mei. Sesaat setelah izin keluar, kasus dugaan korupsi di BGN justru meledak ke publik.

"Dapur-dapur yang dia siapkan ini kan belum operasional, baru klik di bulan Mei. Nah jadi di situlah, dan memang Soni tahu ini anak saya. Tapi anak saya ikut semua prosedur yang sudah disiapkan," sambungnya.

Hingga saat ini, Afriansyah mengaku belum dipanggil atau dimintai klarifikasi oleh aparat penegak hukum terkait namanya yang terseret isu tersebut. Kendati demikian, politisi senior ini menyatakan siap lahir batin memenuhi panggilan penegak hukum demi membuat terang benderang persoalan ini.

"Sampai sekarang belum, karena memang ini kan isu yang beredar hanya framing-framing doang ya. Kalau memang nanti saatnya saya diperiksa oleh aparat penegak hukum, saya siap hadir untuk mengungkap apa yang terjadi," tegasnya.

Terkait alasan mengapa namanya bisa terseret dalam BAP Sony Sonjaya, Afriansyah menduga ada upaya pencatutan nama demi membenarkan bahwa proses di BGN telah berjalan sesuai aturan.

"Kalau saya melihatnya ke sana, makanya dia menyeret banyak nama. Dan banyak nama itu ya tentunya harus diklarifikasi satu-satu. Tidak juga semua nama itu terdaftar mungkin ya, ini prediksi saya," tuturnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya