Berita

Anggota Komisi V DPR, Daniel Mutaqien Syafiudin. (Foto: Istimewa)

Politik

Pakai Anggaran Lebih Rp1 Triliun

Golkar Sentil Mendes Yandri Tak Jadikan Pendamping Desa Komoditas Politik

RABU, 10 JUNI 2026 | 20:04 WIB | LAPORAN: YUDHISTIRA WICAKSONO

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto didesak mengevaluasi efektivitas tenaga pendamping desa yang menyerap anggaran hingga Rp1,2 triliun.

Permintaan itu disampaikan Anggota Komisi V DPR, Daniel Mutaqien Syafiudin dalam rapat kerja bersama Mendes PDT Yandri Susanto di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.

Legislator Partai Golkar ini mempertanyakan sejauh mana pendamping desa berkontribusi terhadap keberhasilan program desa, termasuk pengembangan BUMDes dan peningkatan status desa.


"Hampir 70 persen anggaran Bapak itu terserap untuk tenaga pendamping profesional. Seberapa besar efeknya terhadap akselerasi program yang Bapak lakukan?" kata Daniel.

Menurutnya, jika keberadaan pendamping desa tidak memberikan dampak signifikan, anggaran tersebut sebaiknya dialihkan untuk program yang lebih produktif bagi pembangunan desa.

"Kalau yang tidak efektif ya bisa dievaluasi lagi. Tidak perlu semuanya diakomodir," tegasnya.

Daniel juga mengingatkan agar program pendamping desa tidak berubah menjadi komoditas politik dan tetap fokus pada tujuan membangun Indonesia dari desa.

"Kita harus belajar dari pengalaman yang lalu. Jangan sampai ini hanya dijadikan komoditas politik," pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya