Berita

Ilustrasi Fenomena Embus Upas (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

RABU, 10 JUNI 2026 | 18:13 WIB | OLEH: TIFANI

Fenomena embun upas kembali muncul di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Kemunculan embun es yang menyelimuti rerumputan dan tanaman ini menjadi salah satu fenomena alam khas yang selalu dinantikan saat musim kemarau tiba.

Dalam beberapa hari terakhir, lapisan embun es mulai terlihat di sejumlah titik di Dieng. Kondisi tersebut menarik perhatian wisatawan yang ingin menyaksikan langsung pemandangan unik berupa hamparan rumput berwarna putih akibat tertutup kristal es.

Berdasarkan informasi dari BMKG, fenomena embun upas diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan. Bahkan, ketebalan embun es berpotensi meningkat seiring penurunan suhu udara yang terjadi saat puncak musim kemarau pada Juli hingga Agustus 2026.


Apa Itu Embun Upas?

Embun upas atau embun es merupakan butiran es yang terbentuk di permukaan benda seperti rumput, daun, dan tanaman saat suhu udara berada pada kondisi sangat dingin. Fenomena ini terjadi ketika embun yang mengembun pada malam hari membeku akibat suhu lingkungan yang rendah. 

Akibatnya, permukaan tanaman tampak berlapis kristal es berwarna putih yang menyerupai salju. Di kawasan Dieng, embun upas menjadi fenomena alam tahunan yang identik dengan musim kemarau.

Tidak sedikit wisatawan yang datang khusus untuk mengabadikan momen langka tersebut. Kemunculan embun upas dipengaruhi beberapa faktor cuaca dan kondisi geografis Dataran Tinggi Dieng yang berada pada ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut.

Salah satu penyebab utama adalah minimnya tutupan awan selama musim kemarau. Pada siang hari, penyinaran matahari berlangsung maksimal sehingga permukaan bumi menyerap banyak panas. 

Namun saat malam hari, panas tersebut dengan cepat dilepaskan ke atmosfer sehingga suhu udara turun drastis. Selain itu, kemunculan embun upas juga dipengaruhi oleh:

Suhu dingin ekstrem pada malam hingga dini hari.
Gerak semu matahari yang memengaruhi distribusi panas.
Intrusi udara dingin dari wilayah lain.
Laju penurunan suhu yang semakin besar pada daerah berketinggian tinggi.

Meski identik dengan suhu di bawah nol derajat Celsius, embun upas di Dieng sudah mulai muncul meskipun suhu udara belum mencapai minus.

Kapan Puncak Fenomena Embun Upas Dieng 2026?

Fenomena embun upas di Dieng biasanya berlangsung selama musim kemarau, yakni sekitar Juni hingga September. Namun, periode puncak kemunculan embun es diperkirakan terjadi pada Agustus 2026. 

Pada periode tersebut suhu udara dini hari umumnya mencapai titik terendah sehingga peluang terbentuknya lapisan es menjadi lebih besar dan lebih tebal dibandingkan bulan lainnya. Karena itu, wisatawan yang ingin menyaksikan embun upas secara langsung disarankan datang pada Juli hingga Agustus saat kondisi cuaca mendukung.

Mengapa Disebut Embun Upas?

Di balik keindahannya, embun upas sebenarnya membawa dampak negatif bagi petani. Lapisan es yang menempel pada tanaman dapat merusak jaringan tanaman, terutama komoditas kentang yang banyak dibudidayakan di Dieng.

Akibat suhu yang terlalu dingin, tanaman kentang bisa mengering hingga mati. Oleh karena itu masyarakat setempat menyebut fenomena ini sebagai "upas", yang berarti racun atau sesuatu yang merusak tanaman.

Meski demikian, embun upas tetap menjadi daya tarik wisata unggulan Dieng setiap musim kemarau karena menghadirkan pemandangan alam yang jarang ditemukan di wilayah tropis seperti Indonesia.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya