Berita

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia saat berpidato di pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI XVIII di Lampung, Rabu, 10 Juni 2026. (Foto: Setpres)

Politik

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

RABU, 10 JUNI 2026 | 18:10 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sebuah pernyataan mengejutkan dan sarat muatan politis dilontarkan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Bahlil secara blak-blakan menyatakan bahwa kekuasaan tidak bisa didapatkan hanya dengan menunggu, melainkan harus direbut.

Pernyataan "panas" tersebut disampaikan Bahlil saat memberikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI XVIII yang digelar di Bandar Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.

Awalnya, Bahlil menceritakan kilas balik perjalanan karier organisasinya di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) saat menyapa satu-persatu mantan ketum HIPMI. Ia mengisahkan bagaimana dirinya harus merangkak dari bawah dan bahkan sempat merasakan "disiksa" secara jabatan.


"Ada Pak Erwin Aksa, waktu beliau jadi Ketua Umum BPP HIPMI, saya pengurusnya, tapi saya disiksa juga dari jabatan," ujar Bahlil di hadapan Presiden Prabowo dan kader HIPMI.

Ia melanjutkan, setelah menyelesaikan masa kepengurusan di Papua, ia masuk ke kepengurusan pusat (BPP HIPMI) dari pangkat yang paling rendah di tingkat departemen, sebelum akhirnya naik ke tingkat kompartemen.

Kariernya baru mulai mendaki signifikan saat dipromosikan oleh Raja Sapta Oktohari yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI.

"Begitu Pak Okto jadi ketua umum, baru saya punya pangkat dinaikkan menjadi ketua bidang infrastruktur," kenangnya.

Namun, titik balik cara pandang Bahlil terhadap politik kekuasaan terjadi setelah masa jabatan Raja Sapta Oktohari berakhir. Ogah menunggu terlalu lama untuk diberikan kesempatan, Bahlil memilih jalur konfrontatif demi mengincar kursi nomor satu di HIPMI.

"Begitu Ketum Okto selesai, saya rebut kekuasaan jadi ketua umum. Karena kalau nunggu diberi terus, Pak, lama banget gitu loh," seloroh Bahlil sambil menatap hadirin di hadapannya. 

Di sinilah Bahlil melontarkan kalimat kunci yang langsung menyita perhatian, termasuk di barisan kursi undangan utama tempat Presiden Prabowo duduk. Menurutnya, dinamika perebutan kursi ketum HIPMI kala itu menyadarkannya tentang hakikat kekuasaan.

"Ternyata kekuasaan ini enggak bisa nunggu, harus rebut gitu! Jadi saya setelah Pak Okto, baru saya jadi ketua umum," tegas Bahlil disambut tepuk tangan.

Pernyataan Bahlil ini seolah menjadi kode keras mengenai realitas politik kekinian di tanah air.

Bahlil belakangan memang mulai dimunculkan sebagai kandidat calon di Pilpres 2029 mendatang.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah melihat gelagat ini dari ramainya fenomena lagu "Mas Bahlil Ganteng (MBG)". Kemunculan lagu ini dinilai sebagai bagian dari proses pembentukan citra politik jangka panjang yang dapat meningkatkan popularitas Bahlil menjelang kontestasi politik 2029.

Menurut Amir, meningkatnya eksposur Bahlil di ruang digital, terutama melalui konten yang mudah diterima generasi muda, dapat menjadi modal politik signifikan bagi Golkar dalam menghadapi Pemilu 2029.

“Semakin populer dengan lagu MBG atau Mas Bahlil Ganteng, semakin besar peluang Bahlil menjadi figur nasional yang diperhitungkan. Dalam skenario tertentu, Bahlil bisa saja maju sebagai calon presiden pada 2029 menghadapi Prabowo Subianto,” kata Amir, dikutip Rabu 10 Juni 2026.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya