Berita

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya. (Foto: RMOL/Bonfilio)

Hukum

Tim Hukum Sony Sonjaya Dibuntuti OTK

RABU, 10 JUNI 2026 | 15:29 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Tim hukum mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya dikabarkan dibuntuti orang Orang Tak Dikenal (OTK) dan gangguan komunikasi usai mendampingi pemeriksaan kliennya di Kejaksaan Agung (Kejagung).

Informasi tersebut disampaikan Presiden  Perkumpulan Praktisi Hukum dan Ahli Hukum Indonesia (Petisi Ahli) Pitra Romadoni Nasution kepada RMOL, Rabu 10 Juni 2026.

"Ini jelas menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan dan independensi kerja-kerja pendampingan hukum tim advokat Sony Sonjaya," kata Pitra.


Pitra mengatakan, terdapat dugaan bahwa nomor komunikasi pribadi tim hukum Sony Sonjaya beberapa kali mengalami kendala untuk melakukan maupun menerima panggilan meskipun indikator jaringan terlihat aktif. 

Selain itu, terdapat pula dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang memantau pergerakan tim hukum sejak keluar dari area pemeriksaan hingga aktivitas di lokasi lain.

Pitra menegaskan, tindakan pembuntutan, pengawasan tanpa dasar hukum, ataupun upaya menghambat komunikasi pihak yang menjalankan fungsi pendampingan hukum, berpotensi mencederai prinsip negara hukum serta hak setiap warga negara untuk memperoleh dan memberikan bantuan hukum secara bebas dan aman sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Seluruh pihak agar tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan tidak melakukan spekulasi maupun tuduhan tanpa dasar hukum yang dapat dipertanggungjawabkan terhadap Soni Sanjaya," kata Pitra. 

Sebelumnya, Sony Sonjaya, yang kini berstatus tersangka, mengklaim ada lebih dari 30 orang yang diduga terlibat perkara korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut pengakuannya, puluhan pihak tersebut turut menikmati aliran dana dari praktik yang kini tengah diusut Kejaksaan Agung. Data terkait nama-nama tersebut tersimpan di telepon genggam milik Sony yang saat ini telah disita penyidik. 

"26 nama dan lain-lain jadi lebih. Untuk mengetahui semua, ada datanya di handphone di mana handphone itu disita oleh penyidik," ujar kuasa hukum Sony, Elza Syarief, seperti dikutip dari kanal YouTube tvOne, Sabtu 6 Juni 2026.

Elza menambahkan, seluruh informasi yang disampaikan Sony nantinya akan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Dia bahkan menyebut nama-nama yang dimaksud merupakan figur besar, namun enggan mengungkap identitas mereka ke publik.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya