Berita

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso. (RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

BI Kasih Insentif Khusus Investor Asing untuk Tarik Modal Masuk

RABU, 10 JUNI 2026 | 13:52 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) menyiapkan insentif khusus bagi investor asing melalui transaksi lindung nilai (hedging) yang lebih murah guna meningkatkan aliran modal masuk ke pasar keuangan domestik.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah BI memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus meningkatkan daya tarik instrumen keuangan dalam negeri di tengah tekanan global.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan, insentif diberikan melalui transaksi lindung nilai swap dengan biaya 10 persen lebih rendah dibandingkan skema lelang swap reguler.


"Jadi ada insentif 10 persen lebih murah dibandingkan dengan transaksi lelang swap reguler," kata Denny di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 10 Juni 2026.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari bauran langkah BI untuk meningkatkan imbal hasil aset keuangan domestik dan menarik potensi capital inflow ke Indonesia.

"Salah satu tujuannya untuk meningkatkan daya tarik bagi potensi capital inflow," ujarnya.

Selain itu, BI juga menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen. Langkah itu ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah dan memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen.

BI juga menaikkan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), membuka kembali lelang repo untuk berbagai tenor, serta meningkatkan intensitas operasi moneter di pasar rupiah maupun valuta asing.

Denny menegaskan, seluruh kebijakan tersebut akan terus dievaluasi guna memastikan efektivitasnya dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar domestik.

"Bank Indonesia akan terus all out melakukan upaya-upaya dalam rangka stabilisasi nilai tukar," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya